Page 134 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 MEI 2019
P. 134
pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan," kata
Menaker seperti dilansir setkab, Jakarta, Jumat (17/5/2019).
Dalam surat edarannya, Menaker Hanif Dhakiri mengatakan, SE pelaksanaan THR ini
berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang
Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
"THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum sebelum Hari
Raya Idul fitri 1440 Hijriah. Pekerja yang telah bekerja selama sebulan secara terus-
menerus berhak mendapatkan THR," kata Menaker Hanif.
Meskipun jika mengacu pada regulasi, pembayaran THR dilakukan paling lambat H-
7, Menaker Hanif Dhakiri mengimbau kalau bisa pembayaran dilakukan maksimal
dua minggu sebelum Lebaran agar pekerja dapat mempersiapkan mudik dengan
baik.
Rumus Perhitungan
Terkait jumlah besaran THR, dalam SE itu disebutkan bagi pekerja yang mempunyai
masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih diberikan THR sebesar satu
bulan upah.
Sedangkan bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus
tetapi kurang dari 12 bulan, THR-nya diberikan secara proporsional sesuai dengan
perhitungan yang sudah ditetapkan, yaitu masa kerja dibagi 12 bulan dikali 1 bulan
upah.
Bagi pekerja harian lepas yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, menurut
SE Menaker itu, besaran THR-nya berdasarkan upah 1 bulan yang dihitung
berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari
raya keagamaan.
Sedangkan bagi pekerja lepas yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan,
upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama
masa kerja.
"Bagi perusahaan yang menetapkan besaran nilai THR dalam perjanjian kerja,
peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan lebih besar dari
nilai THR yang telah ditetapkan, maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada
pekerja sesuai dengan yang tertera di perjanjian kerja, peraturan perusahaan,
Page 133 of 150.

