Page 259 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 ApRIL 2019
P. 259
Title KONFEDERASI BURUH USULKAN TEMPAT PENITIPAN ANAK DI TEMPAT KERJA
Media Name jurnas.com
Pub. Date 26 April 2019
http://www.jurnas.com/artikel/51756/Konfederasi-Buruh-Usulkan-Tempat-P enitipan-
Page/URL
Anak-di-Tempat-Kerja/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
KONFEDERASI BURUH USULKAN TEMPAT PENITIPAN ANAK DI TEMPAT
KERJA
Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) mengusulkan adanya desk pidana
perburuhan dan tempat penitipan anak pada Presiden Joko Widodo. Usulan itu disampaikan
dalam pertemuan Ketua Umum KPBI Ilhamsyah dengan Presiden Jokowi pada hari ini Jumat
(26/4) di Istana Bogor.
Pertemuan itu bertujuan untuk membahas revisi Peraturan Pemerintah no 78/2015 tentang
Pengupahan. Presiden Jokowi dalam kampanyenya berjanji aturan yang memberangus hak
buruh tersebut akan direvisi.
Jokowi juga menyebutkan bahwa akan dibentuk tim khusus bersama buruh dan pengusaha
untuk merevisi aturan tersebut. Terkait hal tersebut, KPBI mendesak agar hak buruh untuk
merundingkan upah minimum dikembalikan sesuai UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
Selain persoalan PP Pengupahan, KPBI menceritakan banyak pelanggaran hak-hak normatif
yang memicu unjuk rasa dan pemogokan. Padahal, banyak pasal-pasal dengan sanksi pidana
di UU 21/2000 tentang serikat buruh dan UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan.
Pidana itu di antaranya adalah pemberangusan serikat buruh, upah di bawah ump, dan tidak
ada upah lembur. "Dengan desk pidana perburuhan di kepolisian, penanganan terhadap hak-
hak normatif itu bisa dihukum sehingga ada sanksi pada pengusaha-pengusaha yang
melakukan pelanggaran hak normatif," ujarnya.
Selain itu, KPBI juga mengusulkan adanya penitipan anak (day care) untuk anak-anak buruh.
Pasalnya, buruh perempuan umumnya menitipkan anak mereka pada orang tua di kampung
halaman atau berhenti bekerja. "Dua pilihan itu menyakitkan. Itu sama saja memutus
hubungan kasih saying ibu dan anak," ungkapnya.
Ilhamsyah menekankan kawasan industri dan pabrik yang mempekerjakan buruh perempuan
wajib memiliki penitipan anak. "Di jam-jam istirahat ia bisa memberikan asi pada anaknya.
Anak buruh akan mendapatkan perhatian, gizi, dan pelatihan karena di tempat penitipan anak
ada pembimbingnya. Itu jauh lebih manusiawi. Dan itu sangat mudah direalisasikan,"
terangnya.
Selain kedua hal tersebut, konfederasi berlambang bintang dan gerigi itu menyampaikan
banyaknya penyalahgunaan pemagangan di pabrik-pabrik dan mengingatkan persoalan Awak
Mobil Tangki Pertamina.
Page 258 of 268.

