Page 155 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 AGUSTUS 2019
P. 155

Dalam Putusan PHI disebutkan, mogok kerja yang dilakukan 308 karyawan sejak 19
               Januari 2017 tidak sah. Karenanya 308 karyawan tersebut masuk kategori
               mengundurkan diri.

               Menurut Dwi Bagus, sesuai dengan putusan pengadilan, PT Smelting saat ini wajib
               membayar uang pisah, tunjangan hari raya dan sisa cuti tahunan yang belum
               diambil dan belum gugur terhadap seluruh karyawan yang dinyatakan
               mengundurkan diri karena mangkir. Total yang harus dibayar PT Smelting pada
               karyawannya mencapai Rp 21.322.631.284.


               Di tempat yang sama, Bagian Legal PT Smelting Hari Purnama mengatakan, sesuai
               dengan peraturan perundangan dan perjanjian yang ada, PT Smelting harus
               membayarkan hak pekerja setelah dikurangi dengan kewajiban atau tanggungan
               dari masing-masing mantan karyawan tersebut.

               "Menurut peraturan pengupahan di Indonesia, utang yang dimiliki dan harus dibayar
               oleh mantan karyawan dapat menjadi faktor pengurang manfaat pemutusan
               hubungan kerja yang menjadi hak mantan karyawan sesuai dengan putusan PHI,"
               kata Hari Purnama.

               Dari catatan Hari, hingga saat ini baru 3 orang yang telah menyelesaikan haknya.
               Ketiga orang tersebut masing-masing mempunyai sisa hak yang harus dibayar PT
               Smelting. Mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 19 juta.


               Sedangkan mantan karyawan yang belum mengambil hak terkait keputusan PHI,
               sebagian besar memang masih mempunyai sisa utang atau kewajiban yang harus
               dibayar ke PT Smelting. Total jumlah hutang seluruh karyawan yang mengundurkan
               diri karena mangkir mencapai Rp 22 Miliar.

               Dari 308 karyawan yang di PHK , terdapat 247 karyawan yang memiliki utang ke
               perusahaan dengan nominal di atas Rp 50 juta. Bahkan ada 57 orang yang memiliki
               hutang di atas Rp 100 juta per karyawan.


               Sekadar diketahui, PT Smelting merupakan satu-satunya perusahaan penghasil
               katoda tembaga di Jawa Timur yang menyerap lebih dari 40 persen bahan baku
               konsentrat produksi PT Freeport di Papua.

               PT Smelting selama ini memasok 100 persen kebutuhan asam sulfat (acid) untuk
               perusahaan pupuk yang ada di Gresik. Produk samping PT Smelting yaitu copper
               slag atau terak tembaga juga digunakan oleh semua pabrik semen di seluruh Jawa
               Timur.



                                                      Page 154 of 156.
   150   151   152   153   154   155   156   157