Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 AGUSTUS 2019
P. 52
ketenagakerjaan kepada para pengusaha mikro.
Ia menyebutkan alasan upaya tersebut adalah karena setiap skala usaha pasti
memiliki risiko kerja.
Karena itu, BPJS hadir untuk membantu menjadi penanggung risiko apabila terjadi
kerugian, baik kerugian karena meninggal dunia atau karena sakit dan kecelakaan
kerja.
Erni memberikan bantuan kepada peserta yang meninggal atas nama Siti Fatimah,
karena peserta tersebut telah mengikuti program BPJS selama dua tahun.
"Awalnya suaminya yang ikut, tapi pada April 2018 suaminya meninggal," katanya
lagi.
Jaminan kematian diterima oleh istrinya yang kemudian melanjutkan usaha
tersebut.
Namun, belum lama ini istrinya juga meninggal. Karena itu, pemberian santunan
sebesar Rp24 juta diberikan kepada anaknya yang diwakilkan oleh salah satu rekan
di kios tersebut karena anaknya masih kecil.
"Peserta yang meninggal berhak atas jaminan sebesar Rp24 juta dengan iuran
Rp19.700, karena meninggal dunia dapatnya Rp24 juta. Tapi kalau misalkan peserta
mengalami kecelakaan kerja kemudian meninggal dunia, itu dapat 48 kali gaji,
sekitar Rp190 juta," kata Erni lebih lanjut.
Asep, salah satu pedagang di kios tersebut, mengatakan dirinya juga telah menjadi
peserta sekitar satu tahun.
Ia mengatakan alasannya mengikuti program ketenagakerjaan tersebut karena bisa
mendapatkan banyak manfaat. "Banyak keuntungannya. Untuk anak juga, sekarang
kan biaya serba gede," katanya sembari melayani pelanggan.
Dirinya dan istrinya mengikuti program baru dalam program ketenagakerjaan
tersebut.
"Kami sekarang ikut program baru. Iurannya hanya Rp100.000 untuk dua orang
selama sembilan bulan," ujarnya pula.
Jakarta Selatan wilayah terjangkit DBD terbanyak Pewarta: Katriana Editor:
Budisantoso Budiman COPYRIGHT (c)2019 .
Page 51 of 156.

