Page 51 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 51
Lebih lanjut, alasan penutupan seluruh gerai Sevel juga karena besarnya biaya
operasi. Sedangkan, terkait kebijakan pemerintah yang melarang penjualan
minuman beralkohol menurutnya tidak begitu besar. Lalu, Sevel juga terseok-seok
dalam melunasi pesangon mantan pegawai yang di-PHK.
Direktur MDRN Johannis mengatakan pihaknya telah menyelesaikan tanggung
jawab pembayaran sisa gaji, THR dan pengembalian BPJS Ketenagakerjaan. Namun
masih ada sisa pesangon dari sebagian mantan pegawai MSI yang belum
dibayarkan.
"Sebagian pesangon sebenarnya sudah dibayar berkala sampai sebelum Lebaran.
Tapi memang ada sisa pesangon saja," tutur Johannis di Gedung Ricoh, Jakarta,
Kamis (28/6/2018).
Hero
Induk usaha Giant ini juga terpaksa pada Januari lalu menyatakan sudah menutup
26 toko dan mem-PHK 532 karyawannya. Penutupan dilakukan untuk mendukung
keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan produktivitas kerja.
"92% karyawan telah menerima dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan
kerja, serta telah mendapatkan hak sesuai dengan Undang-undang Kementerian
Tenaga Kerja RI No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan," kata Corporate
Affairs GM Hero Supermarket, Tony Mampuk dalam keterangannya yang sudah
diberitakan detikFinance pada Minggu (13/1/2019).
Selain itu adanya kerugian pada bisnis makanan sebesar Rp 163 miliar yang turut
mempengaruhi kinerja toko ritel ini. Kerugian tersebut lebih buruk dibandingkan
dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 79 miliar. Tony menjelaskan
memang sebanyak 532 karyawan yang di-PHK adalah karyawan food business.
(ara/ara)
Page 50 of 185.

