Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 91

Bonus demografi yang akan dialami Indonesia menjadi modal pertumbuhan
               ekonomi yang signifikan, dengan catatan, penduduk usia produktif memiliki
               kompetensi menjadi tenaga kerja produktif dan kompetitif.

               Beberapa lembaga dunia yang kredibel seperti Mckinsey Global Institut memprediksi
               dengan menyukseskan bonus demografi, Indonesia akan menjadi negara dengan
               kekuatan ekonomi keempat dunia.

               Menteri Hanif juga mendorong negara-negara anggota G-20 yang telah sukses
               melewati bonus demografi seperti China, Korea dan India untuk berbagi
               pengalaman dan bekerjasama secara saling menguntungkan.

               Sebaliknya, kepada negara yang mengalami penuaan populasi, Indonesia siap
               bekerja sama diantaranya dengan penempatan tenaga kerja Indonesia untuk
               mengisi kekosongan tenaga kerja produktif setempat.

               Termasuk di dalamnya adalah penempatan perawat dan caregiver untuk menangani
               manusia usia lanjut di negara-negara yang alami penuaan populasi.

               "Penanganan bonus demografi harus menjadi bagian penting dari pencarian solusi
               di antara negara-negara anggota G-20. Tidak ada satu resep untuk selesaikan
               semua masalah. Di sinilah pentingnya kerja sama," kata Menteri Hanif.

               Dalam pertemuan yang dimoderatori Dirjen ILO Guy Ryder tersebut Menteri Hanif
               menyampaikan bahwa pola kerja sama yang dimaksud diantaranya mencakup
               pengembangan keterampilan pekerja (skill development), pengakuan keterampilan
               (skill recognition), pemagangan dan youth network, keterbukaan pasar kerja,
               pemetaan bentuk pekerjaan di masa mendatang (future of work) serta perlindungan
               jaminan sosial pekerja.

               "Seluruh anggota G-20 harus saling support serta memiliki komitmen yang sama
               terkait masalah tersebut," tegasnya.

               Menaker juga menyampaikan keseriusan Pemerintahan Presiden Jokowi dalam
               meningkatkan kompetensi pekerja dengan berbagai skema pendidikan dan pelatihan
               vokasi, memberikan kesempatan luas bagi kaum muda untuk bekerja dengan
               menyediakan berbagai fasilitas, menciptakan ekosistem usaha yang nyaman bagi
               pelaku ekonomi digital, serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di
               dunia digital. Presiden Jokowi juga memastikan seluruh pekerja dan pekerja migran
               terlindungi jaminan sosial.

               Masih terkait isu ketenagakerjaan, hari ini dilaksanakan working group meeting G-20
               di Jenewa. September nanti, pertemuan tingkat Menteri Ketenagakerjaan G-20 akan
               dihelat di Jepang.

               (*).




                                                       Page 90 of 185.
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96