Page 98 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 98
Saat ini hingga beberapa tahun ke depan, Jepang dilaporkan akan mengalami
kekurangan tenaga kerja dan mengalami aging society . Sehingga, untuk memenuhi
kebutuhan tenaga kerja dengan usia produktif, Jepang harus merekrut tenaga kerja
asing.
Untuk menghadapi masalah tersebut, pada 1 April 2019, Pemerintah Jepang
mengeluarkan kebijakan baru terkait regulasi keimigrasian, yaitu residential status
baru bagi SSW (TKA berketerampilan spesifik) yang akan bekerja ke Jepang.
"Berdasarkan arahan Wakil Presiden (M. Jusuf Kalla), Pemerintah Indonesia
menargetkan agar tenaga kerja Indonesia dapat memenuhi 20 persen atau 70 ribu
orang dari kuota tersebut," jelas Hanif.
Hanif mengatakan, pemerintah Jepang membuka peluang kerja pada 14 sektor bagi
TKA dengan status residence pekerja dengan skill khusus. Adapun total kuota yang
dibutuhkan negara matahari terbit itu untuk seluruh negara, termasuk Indonesia
sebanyak 345 ribu tenaga kerja.
"Berdasarkan arahan Wakil Presiden (M. Jusuf Kalla), Pemerintah Indonesia
menargetkan agar tenaga kerja Indonesia dapat memenuhi 20 persen atau 70 ribu
orang dari kuota tersebut," jelas Hanif.
Hanif menjelaskan, Kemnaker sendiri tengah fokus menggenjot peningkatan
kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Optimalisasi ini dilakukan agar lulusan BLK mampu bersaing di dunia industri, baik di
dalam maupun di luar negeri, termasuk di Jepang.
"Kita harus menyesuaikan sistem dan kurikulum pelatihan ketenagakerjaan di BLK
dengan kebutuhan sektor industri di Jepang sehingga lulusan BLK sesuai dengan
standar yang diharapkan, termasuk juga kemampuan Bahasa Jepang," ujar Hanif.
Page 97 of 185.

