Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 102
Menaker Hanif mengatakan kerja sama ini merupakan kesempatan bagi Indonesia
untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja usia produktif di Jepang.
"Ini kesempatan bagi kita untuk mengisi jabatan-jabatan di sektor formal yang
banyak dibutuhkan di Jepang," kata Hanif.
Pasalnya dalam beberapa tahun ke depan, Jepang akan mengalami kekurangan
tenaga kerja produktif sehingga untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dengan
usia produktif, maka Jepang harus merekrut tenaga kerja asing (TKA).
Sebagai solusinya, pada 1 April 2019, Pemerintah Jepang menerbitkan kebijakan
baru terkait regulasi keimigrasian, yaitu residensial status baru bagi SSW (TKA
berketerampilan spesifik) yang akan bekerja ke Jepang.
Melalui kebijakan residensial status tersebut Pemerintah Jepang membuka peluang
kerja pada 14 sektor untuk tenaga kerja asing.
Sementara Masafumi Ishii mengatakan nota kerja sama ini bertujuan untuk
melindungi pekerja berketerampilan spesifik Indonesia terutama dari pihak
perantara yang tidak bertanggung jawab.
"Dengan pembentukan kerangka dasar kemitraan informasi serta mekanisme
penempatan dan perlindungan bagi pekerja berketerampilan spesifik maka
pengiriman dan penerimaan mereka dapat dipastikan terlaksana dengan baik," ujar
Masafumi.
Sejumlah sektor pekerjaan yang dibutuhkan Jepang saat ini antara lain perawat,
bidang manajemen kebersihan gedung, industri komponen mesin dan perkakas,
teknisi mesin industri, industri listrik, elektronik, dan informasi, industri konstruksi,
industri pembuatan kapal, industri mesin kapal, industri penerbangan.
Selain itu di bidang perbaikan dan pemeliharaan mobil, industri perhotelan,
pertanian, perikanan dan akuakultur, pembuatan makanan dan minuman serta
industri makanan.
Page 101 of 185.

