Page 104 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 104

Untuk menghadapi masalah tersebut, pada tanggal 1 April 2019, Pemerintah Jepang
               mengeluarkan kebijakan baru terkait regulasi keimigrasian, yaitu residential status
               baru bagi SSW (TKA berketerampilan spesifik) yang akan bekerja ke Jepang. Melalui
               kebijakan residential status tersebut, Pemerintah Jepang membuka peluang kerja
               pada 14 sektor bagi tenaga kerja asing SSW.

               Baca Juga: Rapat Banggar, Sri Mulyani hingga Gubernur BI Bahas Ekonomi 5,6%

               Total kuota SSW untuk seluruh negara, termasuk Indonesia adalah 345.150 tenaga
               kerja. Sektor-sektor pekerjaan yang dibutuhkan antara lain Care worker; Building
               Cleaning Management, Machine Parts and Tooling Industries, Industrial Machiner,
               Industry Electric, Electronics, and Information Industries Construction Industries
               Shipbuilding and Ship Machinery Industr, Automobile repair and maintenance,
               Aviation Industry, Accomodation Industry, Agriculture, Fishery and Aquacultur,
               Manufacture of food and beverages dan Food service industry.

               "Berdasarkan arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pemerintah Indonesia menargetkan
               agar tenaga kerja Indonesia dapat memenuhi 20% atau 70 ribu orang dari kuota
               tersebut," jelas Hanif.

               Merujuk pada kesepakatan sebagaimana tertuang dalam MoC Indonesia-Jepang,
               untuk proses penempatan SSW ini, para calon pekerja migran Indonesia akan
               didorong melalui skema penempatan mandiri (mereka mendaftar sendiri secara
               online). Oleh karenanya, lembaga penempatan swasta untuk sementara waktu
               belum dilibatkan.

               Pemerintah akan memastikan terlebih dahulu pelaksanaan skema penempatan
               untuk SSW ini telah berjalan baik (settled) dengan menyiapkan sistem aplikasi dan
               pendataan yang terintegrasi, sehingga perlindungan tenaga kerja kita lebih terjamin.

               Untuk mencapai target penempatan 70 ribu tenaga kerja ke Jepang , Hanif juga
               mengajak/mendorong keterlibatan pihak swasta dalam hal penyiapan supply tenaga
               kerja Indonesia, yaitu melalui penyelenggaraan program-program pelatihan, baik
               pelatihan keterampilan kerja maupun pelatihan Bahasa Jepang, yang ditujukan
               khusus bagi calon pekerja migran Indonesia yang akan bekerja ke Jepang sebagai
               SSW.

               Sementara itu, Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Maruli A. Hassoloan,
               menambahkan, kandidat tenaga kerja berketerampilan spesifik atau SSW terbagi ke
               dalam 4 kategori. Pertama, new comer (calon pekerja migran Indonesia yang tidak
               memiliki pengalaman magang di Jepang dan berangkat bekerja ke Jepang dari
               Indonesia).

               (fbn)






                                                      Page 103 of 185.
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109