Page 108 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 108
Ia mengungkapkan, saat ini hingga beberapa tahun ke depan, Jepang akan
mengalami kekurangan tenaga kerja dan aging society. Akibat kondisi tersebut,
untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja usia produktif, Jepang harus merekrut
TKA. Kebijakan baru dikeluarkan Pemerintah Jepang dengan menerbitkan regulasi
keimigrasian berupa residential status baru bagi SSW (TKA) yang akan bekerja di
Jepang.
"Dengan residential status tersebut, Pemerintah Jepang membuka peluang kerja
pada 14 sektor bagi TKA SSW. Total kuota SSW untuk seluruh negara, termasuk
Indonesia ada 345.150 tenaga kerja," ujarnya.
Hanif menjelaskan, Jepang dengan aging population (penuaan) dan bonus
demografi (pemudaan) yang dialami Indonesia akan menguntungkan kedua belah
pihak. "Kita targetkan lima tahun depan, kita dapat mengambil sekitar 20% atau 70
ribu orang dari 350 ribuan kebutuhan TKA di Jepang," katanya.
Baca Juga: Indonesia Siap Pasok Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Jepang
Adapun sektor-sektor pekerjaan yang dibutuhkan, antara lain care worker; building
cleaning management; machine parts and tooling industries; industrial machiner;
industry electric; electronics and information industries, construction industries;
shipbuilding and ship machinery industries; automobile repair and maintenance;
aviation industry; accomodation industry; agriculture, fishery and aquacultur;
manufacture of food and beverages; dan food service industry.
Untuk mempercepat proses penempatan ini, langkah pertama dimulai dari pemuda
yang sedang mengikuti program pemagangan di Jepang. Sebelumnya masa
pemagangan hanya tiga tahun, maka bisa diperpanjang menjadi lima tahun. Kedua,
alumni pemagang Jepang yang sudah kembali ke Indonesia bisa dipekerjakan
kembali ke Negeri Sakura itu.
Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Rosmayanti
Foto: Boyke P. Siregar
Page 107 of 185.

