Page 514 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 DESEMBER 2021
P. 514
"Saya dapat beberapa informasi bahwa kawan-kawan mulai membuka perusahaan baru di Jawa
Tengah," kata Wakil Koordinator Bidang Pengupahan Apindo Jatim, Johnson Simanjuntak,
dikonfirmasi, Rabu, 1 Desember 2021.
Namun, Johnson belum bisa menyebut ada berapa perusahaan yang memindahkan usahanya
keluar dari Provinsi Jatim. Dia menyebut ada beberapa pertimbangan, memindahkan usahanya
khususnya ke Jawa Tengah.
"Pertama, infrastruktur yang semakin baik, upah pekerjanya lebih kecil, dan produktivitas pekerja
di sana juga tidak kalah dengan Jatim. Tidak seperti infrastruktur pelosok Jatim, seperti jalan tol
dan beberapa pelabuhan masih sulit," katanya.
Johnson mengaku kecewa keputusan Gubetnur Jatim Khofifah Indar Parawansa, terkait
penetapan UMK 2022 khususnya di lima daerah wilayah ring satu. Yaitu Kota Surabaya,
Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto.
"Ini bukan soal ideal atau kemampuan perusahaan membayar, tapi ini sudah di luar regulasi
yang ada yaitu PP 36 yang mutlak yang berlaku untuk penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP)
2022," ujarnya.
Apindo, kata Johnson, akan menghormati keputusan Khofifah dan pekerja selama sesuai aturan.
Namun Apindo juga minta dihormati dan dihargai, apalagi di tengah pandemi saat ini.
"Memang ada perusahaan yang mampu dan upahnya di atas itu. Tapi bagaimana dengan
perusahaan yang tidak mampu. Berapapun kenaikannya, upah setiap bulan sulit bagi pengusaha,
dan itu akan terus memperbesar disparitas upah,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jatim telah menetapkan UMK tahun 2022 melalui Keputusan Gubernur Jawa
Timur Nomor 188/803/KPTS/013/2021. Dalam surat tersebut tertulis besaran UMK Surabaya
masih yang paling besar dari kabupaten/kota lainnya yakni senilai Rp4.375.479.
Disusul Kabupaten Gresik senilai Rp4.372.030, Kabupaten Sidoarjo senilai Rp4.368.581,
Kabupaten Pasuruan Rp4.365.133, dan Kabupaten Mojokerto Rp4.354.787. Selebihnya masih di
kisaran Rp3 juta ke bawah.
513

