Page 529 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 DESEMBER 2021
P. 529

Judul               Besaran UMK Disetujui
                Nama Media          Suara NTB
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         Pg5
                Jurnalis            ils
                Tanggal             2021-12-02 09:12:00
                Ukuran              59x96mmk
                Warna               Hitam/Putih
                AD Value            Rp 5.310.000

                News Value          Rp 15.930.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif


              Ringkasan

              Taliwang  (Suara  NTB)Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  (Nakertrans)  Sumbawa  Barat,
              mengalu besaran nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2022 yang diusulkan ke Bupati
              telah  disetujui.  Selanjutnya  hasil  persetujuan  tersebut  akan  diusulkan  ke  Provinsi  untuk
              ditetapkan dan dilaksanakan oleh seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat.



              BESARAN UMK DISETUJUI
              Taliwang  (Suara  NTB)Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  (Nakertrans)  Sumbawa  Barat,
              mengalu besaran nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2022 yang diusulkan ke Bupati
              telah  disetujui.  Selanjutnya  hasil  persetujuan  tersebut  akan  diusulkan  ke  Provinsi  untuk
              ditetapkan dan dilaksanakan oleh seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat.

              "Usulan besaran UMK yang kita usulkan sudah disetujui pak Bupati dan kita lanjutkan ke Provinsi
              untuk  ditetapkan  serta  dilaksanakan,"  ungkap  Kepala  Dinas  Nakertrans  kepada  Suara  NTB
              melalui Kabid hubungan industrial dan pengawasan Tohiruddin SH, Rabu (1/12). Dimana besaran
              UMK yang disetujui di angka Rp2,3 juta atau naik 1,89 persen dari tahun lalu.

              Kenaikan UMK dilakukan karena kondisi perekonomian  KSB sudah mulai membaik. Selain itu,
              pandemi  Covid-19  juga  sudah  mulai  melandai  sehingga  beberapa  sektor  usaha  mulai
              dilonggarkan.  Kendati  demikian,  pihaknya  tetap  akan  kembali  turun  ke  lapangan  untuk
              melakukan survey lanjutan sebelum pelaksanaan UMK terbaru. Jangan sampai dengan adanya
              kenaikan justru akan menambah masalah baru yakni adanya pemutusan hubungan kerja (PHK).

              "Kami tetap akan memantau kondisi di lapangan nantinya sebelum diterapkan secara maksimal,"
              timpalnya. Karena adanya kenaikan, 'maka pengawasan maksimal terhadap penerapannya tetap
              dilakukan. Bahkan Pemerintah sudah membentuk Komisi Pengawas Ketenagakerjaan (KPK).

              'Komisiini yangakan melakukan pemantauan secara khusus terhadap penerapan. Jika ditemukan
              perusahaan yang bandel, maka pihaknya akan memberikkan sanksi tegas, Karena pengawasan
              penerapan UMK maksi'mal dibutuhkan untuk menjaga daya beli masyarakat apalagi di tengah
              kondisi yang sulit. "Kita akan libatkan KPK untuk mengawasi di lapangan sehingga tidak terjadi
              hal-hal yang tidak diinginkan," tukasnya. (ils)

                                                           528
   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533   534