Page 528 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 DESEMBER 2021
P. 528

MEMBERATKAN PENGUSAHA, APINDO JATIM AKAN GUGAT UMK 2022

              Wakil  Ketua  DPD  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (  Apindo  )  Jatim  Johnson  M  Simanjuntak
              menyatakan,  pihaknya  akan  menempuh  jalur  hukum  terkait  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota
              (UMK) Jatim 2022. Khususnya, kenaikan UMK di wilayah ring 1 yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo,
              Pasuruan dan Mojokerto.

              "Kemungkinan besar langkah hukum akan ditempuh," ujarnya, Rabu (1/12/2021).

              Kemungkinan jalur hukum yang ditempuh Apindo Jatim ini karena keberatan dengan keputusan
              Gubernur Khofifah yang menetapkan UMK 2022 tidak sesuai Peraturan Pemerintah 36 tentang
              pengupahan. Sebab dengan penetapan tersebut dapat berdampak pada disparitas upah di Jawa
              Timur.

              "Meskipun ada rasa ketidakadilan dengan kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur. Hal ini juga
              menimbulkan disparitas atau jarak perbedaan upah yang semakin jauh," ujar Johnson yang juga
              menjabat sebagai Koordinator Bidang Pengupahan Apindo Jatim.

              Johnson juga menerangkan, tak semua perusahaan di ring 1 yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo,
              Pasuruan dan Mojokerto mampu membayar kenaikan upah Rp. 75.000 sesuai UMK 2022 yang
              telah  ditetapkan  Gubernur  Jatim  melalui  Keputusan  Gubernur  (Kepgub)  Jawa  Timur  Nomor
              188/803/KPTS/013/2021.

              "Belum tentu mampu. 10 tahun lalu kami sudah sampaikan ini kepada Gubernur Pak Karwo,
              ketika kenaikan menjadi tiga tahun berturut-turut 110 persen suatu saat akan menjadi masalah.
              Dan betul ketika ada satu pola penghitungan upah yang baru ternyata upah di wilayah ring 1
              Jawa Timur itu semua sudah di atas batas atas," terangnya.

              Divisi  Advokasi  Apindo  Jatim  Hari  Purnama  mengatakan  bahwa  pihaknya  segera  mungkin
              melakukan persiapan terkait langkah hukum yang akan ditempuh.

              "Tentunya kami akan melakukan jalur hukum dalam hal ini. Dan kami sesegera mungkin akan
              menyusun persiapan-persiapan untuk itu," ujarnya Hari Purnama.

              Hari juga menegaskan, di masa pandemi yang belum berakhir jangan sampai disalahgunakan
              dengan kenaikan UMK di luar ketentuan.

              "Itu sangat-sangat memberatkan bagi perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Timur, itu hal-
              hal yang sangat kami takutkan yang dirugikan pada saat ini," ucapnya.

























                                                           527
   523   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533