Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2019
P. 69
Menyikap hal itu, Indra Hadiyanto, Chief Operational Officer Tim eSports Alter Ego,
menegaskan, fenomena eSport sama booming-nya dengan geliat perkembangan
digital lainnya, seperti e-commerce, perusahaan rintisan atau startup dan lain
sebagainya.
"eSport kini sudah menjadi cita-cita banyak generasi muda kita, banyak talenta
muda eSport lokal hingga daerah-daerah yang andal di bidang ini, mereka terlatih
sejak dini. Kita pun turut mencari talenta itu hingga daerah," terang Indra dalam
acara diskusi #GeekTalk bertajuk: 'Being Gamers, Are You Sure?' yang digelar
technologue.id, di Jakarta, belum lama ini.
Benturan bakat dan stigma seputar game menjadi persoalan sejauh ini, meskipun
cukup banyak juga orang tua yang memposisikan eSport sebagai bakat anak.
Indra menceritakan talenta yang dikejar di daerah kadang kala terbentur restu
orang tua. "Kita suka sama satu player, dan pengin membawa dia, kita sekolahkan
di kota dan berlatih tapi tidak mendapatkan restu. Alhasil kita temui orang tuanya,
kita bujuk dan menjelaskan pontensi berkarir di eSport bagaimana. Kami juga
menjelaskan pendidikan formal itu sangat penting, karena pendidikan bekal hidup
mereka juga di luar dunia eSport," ceritanya.
Banjir talenta muda eSport, menurut Indra, saat ini bergeser ke game mobile. Ini
terjadi karena untuk game PC diperlukan banyak biaya yang diperlukan untuk
berbagai macam perangkat pendukung, dan cenderung hanya bisa dimainkan di
rumah atau eSport cafe.
Profesi Menggiurkan
Karir sebagai pro player sangat menguntungkan. Contoh, gaji seorang pro player
Mobile Legends, Jess No Limit, bisa mencapai 3,5 miliar rupiah. Ia mendapatkan gaji
dari pihak Team eSport. Ia bernaung di EVOS, Mobile Legend di setiap bulannya,
belum lagi ditambah banyaknya endorsemen. Berdasarkan catatan Socialblade
penghasilan Jess No Limit per Juli 2018 menyentuh angka sekitar 110 juta - Rp. 1,8
milliar rupiah hanya dari adsense youtube.
Indra menyinggung, kisaran gaji junior di tim eSport-nya sudah mencapai 1-2 digit.
"Bahkan kini sistem rekrutmen pemain juga bisa melalui sistem transfer pemain,
seperti di sepakbola. Prosesnya ada tawar menawar harga antar manajemen, tidak
hanya di tingkat tim lokal, ini bisa juga di tim eSport di luar Indonesia," terangnya.
Page 68 of 95.

