Page 106 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 106

Judul              Menteri Non-Parpol Paling Rawan Terkena Reshuffle
                 Nama Media         sindonews.com

                 Newstrend          Sidang Kabinet Paripurna Di Istana Negara
                 Halaman/URL        https://nasional.sindonews.com/read/90658/12/menteri-non-parpol-
                                    paling-rawan-terkena-reshuffle-1593907673
                 Jurnalis           Rakhmatulloh
                 Tanggal            2020-07-05 08:15:00
                 Ukuran             0

                 Warna              Warna
                 AD Value           Rp 17.500.000
                 News Value         Rp 52.500.000
                 Kategori           Kementerian Ketenagakerjaan
                 Layanan            Korporasi
                 Sentimen           Negatif



              Narasumber
              neutral - Ujang Komarudin (Direktur Eksekutif Indonesia Political Review) Penilaian yang objektif
              itu  berdasarkan  penilaian  kinerja  dari  seorang  menteri.  Jika  kinerjanya  bagus  pertahankan.
              Namun jika kinerjanya memble, reshuffle saja

              neutral - Ujang Komarudin (Direktur Eksekutif Indonesia Political Review) Namun, yang paling
              rawan itu menteri yang dari non-partai. Karena tak ada back up politik dari partai politik



              Ringkasan

              JAKARTA  - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyatakan,
              ada  dua  ukuran  yang  bisa  dipakai  untuk  menentukan  apakah  seorang  menteri  di    Kabinet
              Indonesia Maju  layak diganti atau tidak. Dua ukuran itu adalah penilaian kinerja dan penilaian
              politis.



              MENTERI NON-PARPOL PALING RAWAN TERKENA RESHUFFLE

              JAKARTA  - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyatakan,
              ada  dua  ukuran  yang  bisa  dipakai  untuk  menentukan  apakah  seorang  menteri  di  Kabinet
              Indonesia Maju layak diganti atau tidak. Dua ukuran itu adalah penilaian kinerja dan penilaian
              politis.

              "Penilaian yang objektif itu berdasarkan penilaian kinerja dari seorang menteri. Jika kinerjanya
              bagus pertahankan. Namun jika kinerjanya memble,  reshuffle  saja," tuturnya saat dihubungi
              SINDOnews  , Minggu (5/7/2020).

              Ujang menambahkan, ada juga penilaian politis dari presiden untuk para menterinya. Penilaian
              ini didasarkan pada aspek subjektif.




                                                           105
   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111