Page 104 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 104

MENAKER: BLK KOMUNITAS TINGKATKAN KOMPETENSI WARGA PESANTREN

              Jombang,  -  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  menyatakan  komitmen  untuk  terus
              membangun kompetensi warga di lingkungan pesantren dengan memperbanyak pembangunan
              Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas berbasis pesantren.

              Komitmen tersebut dikemukakan Ida saat memberikan sambutan dalam acara peletakan batu
              pertama pembangunan gedung bedah sentral dan rawat inap Rumah Sakit Nahdlatul Ulama
              (RSNU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2020).

              Peletakan batu pertama ini turut dihadiri Menteri Kesehatan Letnan Jenderal TNI (Purn) dr.
              Terawan Agus Putranto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
              (PPDT) Abdul Halim Iskandar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang,
              Hj. Mundjidah Wahab, Plt. Dirjen Binapenta & PKK Kemenaker Aris Wahyudi, dan Dirut RSNU
              Bambang Dwi Hayunanto.

              Menurut Ida, program BLK Komunitas merupakan terobosan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi)
              dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

              "Hadirnya BLK Komunitas di lembaga pendidikan keagamaan, diharapkan santri atau siswa dari
              lembaga pendidikan keagamaan serta masyarakat, memiliki akses pelatihan keterampilan kerja
              yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal," ujarnya.

              Tak  hanya  itu,  kata  Ida,  di  masa  Covid-19, Kemnaker  juga  ingin  berkontribusi  membangun
              lingkungan pesantren yang sehat dengan membuat sanitasi yang baik. Program ini tentunya
              melibatkan tenaga kerja yang terkena PHK maupun dirumahkan.

              Terkait  pembangunan  RSNU  Jombang,  Ida  mengaku  semua  pihak  patut  bangga  atas
              perkembangan  RSNU  Jombang.  Setelah  selama  9  tahun  memberikan  pelayanan,  kini  RS
              tersebut melanjutkan pembangunan tahap kedua.
              "Hal ini menunjukkan keberadaan rumah sakit ini makin dibutuhkan dan diterima masyarakat
              Jombang dan sekitarnya, dalam memberikan layanan kesehatan," katanya.

              Menurut Ida, sebagai sebuah sarana layanan sekaligus badan usaha, keberadaan RSNU menjadi
              sangat vital. Hal ini selaras dengan makin tingginya pemahaman dan kesadaran masyarakat
              terkait isu kesehatan.

              Ida menambahkan pandemi Covid-19, juga telah meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga
              kesehatan. Mulai dari pencegahan, deteksi dini, sampai pengobatan. Oleh karena itu, RSNU
              Jombang harus terus menjadi rumah sakit modern dengan fasilitas mutakhir, serta didukung
              tenaga medis dan paramedis yang profesional.

              Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis dan paramedis yang andal dan profesional, serta
              upaya meningkatkan layanan yang makin prima, Ida menekankan perlunya sinergitas antara
              pemerintah,  perguruan  tinggi  (baik  perguruan  tinggi  di  lingkungan  NU  maupun  non-NU),
              swasta, serta institusi lain yang relevan.

              "Saya yakin jajaran pengelola dan struktural NU telah dan akan terus meningkatkan sinergitas
              dan  networking  dengan  semua  pihak  yang  relevan,  terutama  dengan pemerintah,"  ujarnya.
              (miq/miq).








                                                           103
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109