Page 100 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 100
Stok yang ada di gudang Unilever, maupun di gudang distributor, masih mencukupi untuk
pelanggan.
"Iya total ada 36 positif corona hasil tracking. 21 merupakan pekerja, 15 dari keluarga pekerja
itu," kata Jubir Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi,
Alamsyah, pada Jumat (3/7/2020).
Alamsyah menerangkan pekerja yang terinfeksi itu berada di bagian engineering gedung
produksi tea based baverages (TBB). Di sana, kata dia, ada 265 buruh yang kemudian telah
dilakukan tes swab PCR. Ada kemungkinan akan terus bertambah karena belum semua hasilnya
keluar.
"Pemeriksaan spesimen belum selesai semua," kata Alamsyah.
Adanya penambahan kasus Covid-19 karena klaster baru tak membuat peningkatan angka
reproduksi virus, Alamsyah menyebut angka reproduksi virus corona di wilayahnya justru
menurun. Sebelum ada kasus klaster baru angka reproduksi virus corona di Kabupaten Bekasi
yakni 0.86, saat ini menurun menjadi 0.57.
"Sekarang angka reproduksi 0.57, kami terus bekerja memutus mata rantai penyebaran Covid-
19," paparnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi memutuskan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar
(PSBB) Proporsional hingga 16 Juli 2020. Diketahui PSBB Proporsional berakhir pada 2 Juli 2020.
Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan keputusan itu berdasarkan dengan instruksi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memperpanjang PSBB Proporsional, ketika rapat
virtual, pada (1/7/2020), Wilayah Bodebek dapat meneruskan PSBB Proporsional bersama
dengan DKI Jakarta. Namun, pemerintah daerah diberikan kelonggaran-kelonggaran mengikuti
kondisi daerah masing-masing, terutama untuk mendongkrak kondisi ekonomi masyarakat.
"PSBB proporsional lanjutan ini akan kita lakukan dengan adanya kelonggaran-kelonggaran,"
kata Eka dalam siaran persnya, pada Jumat (3/7/2020).
Kelonggaran itu seperti dalam keagamaan, terkait dengan ibadah. Pasar, yang awalnya berikan
kelonggaran kapasitas 50 persen menjadi diperbolehkan 75 persen.
"Tentu semua itu tetap harus menjalankan protokol kesehatannya karena pandemi Covid-19
masih ada," tutur Bupati.
Eka juga menekankan kepada Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Tenaga Kerja
agar dapat meningkatkan komunikasi dengan Dinas Kesehatan, untuk mengantisipasi adanya
pertumbuhan angka suspect Covid yang berasal dari perusahaan dan industri.
"Kita kan daerah industri, ini yang harus betul-betul kita jaga. Jangan sampai ada perkembangan
kluster-kluster Covid baru di wilayah industri. Ini harus segera menjadi perhatian khusus dari
kita," katanya.
Berdasarkan data terakhir dari pikokabsi.bekasikab.go.id pada Jumat 3 Juli 2020 pukul 20.00,
jumlah orang dalam pantauan (ODP) yang berada di Kabupaten Bekasi sebanyak 3785 orang,
3714 selesai dalam pemantauan dan 71 masih dalam pemantauan. Untuk pasien dalam
pengawasan (PDP) ada sebanyak 1325 orang, rinciannya 1247 selesai pengawasan dan 78
masih dalam pengawasan. Sementara pasien positif total 284, rinciannya 224 sembuh, 20
meninggal, 22 di rawat di rumah sakit, dan 18 isolasi mandiri. Orang tanpa gejala (OTG) ada
sebanyak 1553, 1480 selesai pemantauan dan 73 dalam pemantauan. (MAZ).
99

