Page 98 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 98
keagamaan, terkait dengan ibadah. Pasar, yang awalnya berikan kelonggaran kapasitas 50
persen menjadi diperbolehkan 75 persen
negative - Alamsyah (Jubir Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten
Bekasi) kata Jubir Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi,
Alamsyah, pada Jumat (3/7/2020). Alamsyah menerangkan pekerja yang terinfeksi itu berada
di bagian engineering gedung produksi tea based baverages (TBB). Di sana, kata dia, ada 265
buruh yang kemudian telah dilakukan tes swab PCR. Ada kemungkinan akan terus bertambah
karena belum semua hasilnya keluar. Pemeriksaan spesimen belum selesai semua, kata
Alamsyah. Adanya penambahan kasus Covid-19 karena klaster baru tak membuat peningkatan
angka reproduksi virus, Alamsyah menyebut angka reproduksi virus corona di wilayahnya justru
menurun. Sebelum ada kasus klaster baru angka reproduksi virus corona di Kabupaten Bekasi
yakni 0.86, saat ini menurun menjadi 0.57. Sekarang angka reproduksi 0.57, kami terus bekerja
memutus mata rantai penyebaran Covid-19
Ringkasan
PT Unilever Indonesia menjadi klaster baru Covid-19 di wilayah Kabupaten Bekasi. Kini PT
Unilever Indonesia yang berada di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi
masih ditutup dan ratusan karyawan maupun keluarganya langsung ditracking.
ANTISIPASI KLASTER INDUSTRI, WALI KOTA BEKASI RUTIN GELAR RAPID TEST
DAN MINTA PERUSAHAAN KONSISTEN
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - PT Unilever Indonesia menjadi klaster baru Covid-19 di
wilayah Kabupaten Bekasi.
Kini PT Unilever Indonesia yang berada di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten
Bekasi masih ditutup dan ratusan karyawan maupun keluarganya langsung ditracking. Total ada
21 pekerja dan 15 keluarganya yang terkonfirmasi positif corona atau Covid-19.
Antisipasi hal serupa terjadi di wilayah Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi
mengatakan bahwa pihaknya membuat aturan para pekerja wajib rapid test sebelum memulai
bekerja. Kemudian juga dilakukan rapid test rutin secara acak kepada para pekerja industri.
"Minggu depan saat pengadaan rapid kita tercukupi bakal kita acak lagi.
"Tapi kan sebelum buka itu pekerjanya wajib ada hasil rapid test ," kata Rahmat kepada awak
media di lokasi CFD Jalan Ahmad Yani, pada Minggu (5/7/2020).
Rahmat menuturkan jika dari hasil rapid test diketemukan pekerja positif corona, kegiatan di
pabrik tak perlu tutup hingga berlama-lama. Sebab, utamanya itu ketika ada kasus hanya
dilakukan tracking, perawatan segera mereka yang kategori orang tanpa gejala (OTG) ini.
"Sebenarnya engga perlu panik tinggal ditracking saja dan memang tugas kita mencari OTG
baru supaya kita bisa mengendalikan itu," ucap Rahmat.
Jika ditemukan positif corona, Rahmat berpendapat seharusnya tidak perlu ditutup. Jikapun ada
penutupan jangan berlama-lama.
"Umpamanya diketemukan di pasar, terus pasarnya ditutup, engga usah. Yang ditracking saja,
ekonominya engga boleh ditutup dan kalau ditutup malah salah itu menurut saya," imbuh dia.
97

