Page 99 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 99
Rahmat menambahkan Pemerintah Kota Bekasi telah bisa mengendalikan Covid-19. Dilihat dari
angka penularan juga telah mengalami penurunan. Tes masif juga masih gencar dilakukan,
bahkan sampai hari ini telah melampau target 1 persen dari jumlah penduduk yang mencapai
2,4 juta. Untuk stok rapid test masih tersedia 1.200, dan swab PCR ada sebanyak 4.000.
"Kalau dalam teknis antisipasi itukan 1 persen dari jumlah penduduk.
"Kita kan sekarang rapid test sudah 48.000, berarti sudah 2 persen dari jumlah penduduk.
Terus swabnya kita juga sudah hampir 20.000. Artinya sudh mau mendekati 1 persen juga untuk
swab," tuturnya.
Terakhir, Rahmat meminta agar perusahaan atau industri konsisten dalam menjalankan protokol
kesehatan. Sebab, virus corona ini masih ada dan tetap harus diwaspadai.
"Ini harus menjadi perhatian juga, tim dari kami juga Disnaker dan Dinas Perindustrian akan
melakukan pengawasan protokol kesehatannya,"tandasnya.
Sebelumnya, kasus klaster baru pabrik milik PT Unilever Indonesia Tbk di kawasan industri
Jababeka Cikarang Kabupaten Bekasi bertambah menjadi 31 positif corona atau Covid-19.
"Iya total ada 36 positif corona hasil tracking. 21 merupakan pekerja, 15 dari keluarga pekerja
itu," kata Jubir Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi,
Alamsyah, pada Jumat (3/7/2020).
Alamsyah menerangkan pekerja yang terinfeksi itu berada di bagian engineering gedung
produksi tea based baverages (TBB). Di sana, kata dia, ada 265 buruh yang kemudian telah
dilakukan tes swab PCR. Ada kemungkinan akan terus bertambah karena belum semua hasilnya
keluar.
"Pemeriksaan spesimen belum selesai semua," kata Alamsyah.
Adanya penambahan kasus Covid-19 karena klaster baru, Alamsyah menyebut angka reproduksi
virus corona di wilayahnya menurun. Sebelum ada kasus klaster baru angka reproduksi virus
corona di Kabupaten Bekasi yakni 0.86, saat ini menurun menjadi 0.57.
"Sekarang angka reproduksi 0.57, kami terus bekerja memutus mata rantai penyebaran Covid-
19," paparnya.
Kasus Positif Corona di Unilever Jadi 36 Orang Pabrik PT Unilever Cikarang, Jawa Barat, ditutup,
setelah mendapati puluhan karyawannya positif Covid-19. Atas peristiwa ini, saham PT Unilever
sempat anjlok hingga di angka 7.800 rupiah per saham. Gedung Tea Based Beverages, di area
pabrik PT Unilever Cikarang, Jawa Barat tutup.
Penutupan telah dilakukan sejak 26 Juni, karena 21 karyawannya positif Covid-19. Jumlah ini
masih terus bertambah. Bahkan hari ini, disebutkan, sudah 36 orang, positif Covid-19. Atas
peristiwa ini, lebih dari 200 karyawan menjalani tes Swab, dan dirumahkan untuk sementara
waktu.
Kasus positif Covid-19 yang menerpa Unilever ini, sempat berdampak pada harga saham PT
Unilever, setelah pabrik ditutup, hingga menyentuh angka 7800 rupiah per saham. Padahal
sebelumnya, saham PT Unilever pekan lalu, sempat berada di angka 8.075 rupiah per saham.
Meski demikian, dipenutupan hari ini, saham PT Unilever kembali merangkak naik, di angka
7900 rupiah per saham. Sementara itu, pihak unilever menegaskan, peristiwa ini tidak akan
mempengaruhi pasokan kepada konsumen.
98

