Page 129 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 129
"Selain itu perlu untuk memperbanyak Kerjasama Operasional (KSO). Dimana hari ini pengadaan
Alat Kesehatan atau Alkes itu mahal sekali kalau harus disiapkan oleh rumah sakit. Tapi KSO ini
akan membantu bagaimana penyiapan alkes bisa lebih cepat. Apalagi ada regulasinya,
bagaimana prosentase pemilik alkes dengan rumah sakit dan seterusnya," jelasnya.
Kerjasama operasional ini, lanjut Ketua Umum Muslimat NU ini sangat mungkin dipercepat bila
ruangannya juga semakin representatif. Seperti perlunya Klinik Hemodialisis.
Di RSNU sendiri, tambah Khofifah, klinik hemodialisis hanya tinggal menunggu tambahan
ruangan.
"Jadi kalau sudah ada pengembangan layanan-layanan tambahan, masing-masing daerah akan
ketahuan klinik hemodialisis di Jombang butuhnya berapa mesin, di Mojokerto berapa.
Kemudian nanti dihitung misalnya Mojokerto berapa menit dari Jombang. Jadi sama-sama
memberikan kecepatan layanan akan makin baik. Dengan meningkatnya tingkat kesehatan ini
tentunya akan meningkatkan IPM Jatim," katanya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto mengatakan, pembangunan
RSNU ini merupakan sebuah cita-cita yang sangat luhur karena tidak ada jalan lain untuk dekat
di hati masyarakat dan rakyat kecil melalui pelayanan di bidang kesehatan.
"Karena itu pendirian Rumah Sakit NU ini sungguh sebuah hal yang sangat mulia dan saya yakin
akan betul-betul menjadi jalan yang mulus dan tulus di depan Allah SWT," pungkasnya.
Selain Menteri Terawan Agus Putranto, beberapa menteri yang hadir diantaranya: Menteri Desa
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Abdul Halim Iskandar, Menteri Tenaga
Kerja RI, Ida Fauziyah. Tampak hadir pula Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, serta Ketua
PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar.
EDITOR: ANGGA ULUNG TRANGGANA Tag: NAHDLATUL ULAMA KHOFIFAH JAWA TIMUR
RSNU.
128

