Page 157 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 157
Keempat, tataran pelaksanaan. KPK menilai metode pelaksanaan program pelatihan berpotensi
fiktif, tidak efektif, dan merugikan keuangan negara.
KPK dalam kajiannya menemukan potensi konflik kepentingan dalam Kartu Prakerja. Wakil
Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, lima dari delapan platform digital lembaga penyedia
latihan di Kartu Prakerja memiliki konflik kepentingan.
"Sebanyak 250 dari 1.895 pelatihan yang tersedia adalah milik Lembaga Penyedia Pelatihan
yang memiliki konflik kepentingan dengan platform digital," ucap Alex.
Jadi, konflik kepentingan terjadi karena beberapa platform terafiliasi dengan LPP. Padahal,
mekanismenya adalah LPP mengajukan program ke platform untuk kemudian dikurasi oleh
platform bersama Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja. Namun, terdapat LPP dan platform
yang masih memiliki afiliasi karena satu perusahaan.
Sebanyak 250 pelatihan yang terafiliasi yaitu Ruangguru (117 pelatihan oleh Skill Academy milik
Ruangguru), Pintaria (60 pelatihan oleh HarukaEDU milik Pintaria), Sekolahmu (25 pelatihan
oleh Sekolahmu), Mau Belajar Apa (28 pelatihan oleh Mau Belajar Apa dari PT Avodah Royal
Mulia), dan Pijar Mahir (11 pelatihan oleh Pijar Mahir).
Dampak dari rekomendasi KPK tersebut, Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja akhirnya
menunda pembukaan gelombang IV dan memutuskan untuk menghentikan sementara program
Kartu Prakerja.
Namun, hal tersebut berdampak pada peserta di gelombang sebelumnya. Mereka yang telah
menyelesaikan pelatihan belum juga mendapatkan insentif seperti yang dijanjikan pemerintah.
Adapun peserta Kartu Prakerja akan mendapat insentif bantuan pelatihan dengan total Rp 3,55
juta. Terdiri dari biaya bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta; insentif penuntasan pelatihan Rp
600.000 per bulan selama empat bulan; serta insentif pasca-pengisian survei evaluasi sebesar
Rp 50.000 yang akan diberikan sebanyak tiga kali sehingga bernilai total Rp 150.000.
Insentif itu akan ditransfer secara bertahap selama tiga hingga empat bulan melalui dompet
digital peserta dalam program Kartu Prakerja. Bantuan tersebut hanya akan diberikan sekali
seumur hidup untuk peserta.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha
Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan, pihaknya berjanji
akan segera mencairkan insentif bagi para peserta.
Hingga 22 Juni, ada 477.971 peserta yang telah menuntaskan setidaknya satu pelatihan dan
telah mendapat sertifikat. Dari jumlah itu, hanya 361.209 peserta yang telah menerima insentif.
Sementara sisanya belum dibayarkan.
Dia bilang, pencairan tersebut juga tak perlu lagi menunggu verifikasi Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sehingga peserta yang telah menyelesaikan pelatihannya
hingga gelombang ketiga ini dan belum mendapatkan insentif, dipastikan akan mendapatkannya
pada pekan ini.
156

