Page 167 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 167

"Itu  program  (kartu  prakerja)  ngawur  dan  tidak  tepat  sasaran,"  kata  Ketua  Serikat  Pekerja
              Nasional  (SPN)  NTB  Lalu  Wira  Sakti,  kemarin  (3/7).  Hingga  saat  ini,  pemerintah  pusat  dan
              pemprov  seperti  gamang  menyikapi  persoalan  tenaga  kerja  di  tengah  pandemi.  Bantuan
              sembako lebih banyak disalurkan bagi penduduk prasejahtera. Padahal kalangan pekerja paling
              merasakan dampak langsung covid-19.

              "Banyak yang di-PHK tanpa uang pesangon, bantuan covid-19 tidak didapatkan," ungkapnya.

              Kartu prakerja yang jadi harapan tidak jelas pelaksanaan di lapangan. Anehnya, Dinas Tenaga
              Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB sendiri tidak melakukan kontrol.

              "Kartu prakerja saya anggap sia-sia, apa fungsinya nggak jelas," ketusnya. Pemprov dan pemda
              kabupaten/kota selama ini terkesan diam. Kemudian menyepelekan persoalan ketenagakerjaan.

              "Pemerintah  ini  kalau  tidak  diminta  mereka  diam,"  ujarnya.  Harusnya  pemerintah  daerah
              memberikan informasi yang jelas tentang program bidang ketenagakerjaan selama pandemi
              covid-19. Kemudian bagaimana pelaksanaan di lapangan.


              "Selama ini hanya cerita tapi sembunyi-sembunyi," tuding Wira. Bila masalah ketenagakerjaan
              tidak disikapi serius, buruh dan serikat pekerja akan demo besar-besaran. Wira menyerukan
              semua organisasi pekerja bersatu agar persoalan ketenagakerjaan menjadi perhatian serius.

              "Kawan-kawan sudah banyak yang mengajak aksi," katanya.


              Terpisah, Kepala Disnakertrans NTB Hj Wis-maningsih Drajadiah mengatakan, pemprov tidak
              diberi tugas dan kewenangan untuk menyalurkan kartu prakerja karena menjadi urusan pusat.
              "Bahkan untuk menindaklanjuti mereka yang sudah terdaftar pun kami tidak punya kewenangan
              apa-apa," katanya.

              Ia menyebut, jumlah pekerja di NTB yangmen-dapatkan kartu prakerja itu 7.350 orang. Tahap
              pertama 2. 696 orang dan tahap kedua 4.654 orang. Mereka yang masuk daftar kartu prakerja
              mendapatkan Rp 600 ribu per bulan dan pelatihan keterampilan secara online. (ili/r5)






























                                                           166
   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172