Page 104 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2019
P. 104

Title          JAWA BARAT JADI PROVINSI DENGAN PENGANGGURAN TERBANYAK
               Media Name     pikiran-rakyat.com
               Pub. Date      06 Mei 2019
                              https://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2019/05/06/jawa-barat-jadi-prov insi-dengan-
               Page/URL
                              pengangguran-terbanyak
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive

               JAWA BARAT JADI PROVINSI DENGAN PENGANGGURAN TERBANYAK



               Jawa Barat menempati peringkat pertama sebagai provinsi yang paling banyak
               memiliki tingkat pengangguran terbuka (TPT) secara nasional, berdasarkan data
               Badan Pusat Statistik Februari 2019. Dibandingkan data BPS per Agustus 2018,
               Jawa Barat saat itu menempati posisi kedua setelah Banten.

               Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan TPT Jabar mencapai 7,73 persen. Jumlah
               tersebut sebenarnya lebih rendah dibandingkan survey sebelumnya sebesar 8,17
               persen. Meskipun demikian, secara peringkat, kini Jawa Barat menjadi provinsi
               dengan TPT tertinggi.

               Sementara, Banten yang sebelumnya menempati posisi pertama dengan persentase
               sebesar 8,52 persen, kini berada di posisi kedua sebesar 7,58 persen. Provinsi
               dengan TPT terendah ditempati oleh Bali sebesar 1,19 persen. Angka tersebut

               semakin rendah bila dibandingkan data BPS sebelumnya sebesar 1,37 persen.

               Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Margo Yuwono, mengatakan, tinginya TPT di
               Jabar dipengaruhi oleh kondisi industri. Selama ini, Jawa Barat dikenal sebagai
               provinsi dengan jumlah industri yang tinggi. Hal itu memacu penduduk di luar Jawa
               Barat untuk pindah ke provinsi ini.

               Namun akhir-akhir ini, banyak industri di Jabar yang pindah ke Jawa Tengah. Hal itu
               dipengaruhi oleh tingginya upah minimum regional (UMR) Jabar. "Banyak industri
               yang pindah ke Jateng karena memiliki UMR jauh lebih rendah," kata dia saat

               konferensi pers di Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.

               Menurut Margo, migrasi industri tersebut menyebabkan lapangan kerja di Jabar
               menjadi berkurang. Di sisi lain, banyak warga luar Jabar yang terlanjur pindah ke
               provinsi tersebut. "Ini yang akhirnya memacu penganguran menjadi tinggi,"ujarnya.

               Sementara, faktor lain adalah banyaknya tenaga kerja di Jawa Barat yang bekerja di
               sektor pertanian. Namun, saat ini, panen raya bergeser dari sebelumnya Februari-
               April menjadi Maret-Mei.



                                                      Page 103 of 105.
   99   100   101   102   103   104   105   106