Page 137 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JANUARI 2019
P. 137
Nasib NST lebih tragis. Perempuan berusia 44 tahun menjadi korban perdagangan
orang. Dia juga diberangkatkan ke Arab Saudi dengan visa ziarah dalam kondisi
mental yang kurang siap untuk bekerja. Perempuan asal Sukabumi ini akhirnya tidak
betah dan mengalami depresi. Sang majikan memberinya 200 riyal dan
menyuruhnya naik bus untuk pergi ke KJRI Jeddah. Tidak tahu harus berbuat apa
dan harus ke mana, dia akhirnya dimasukkan ke rumah sakit umum King Fahad
Jeddah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Ya begitulah dia kesehariannya. Kadang dia nyambung, kadang nggak. Kadang
masuk ke ruangan saya dan gak mau keluar, tidur di sana. Baca koran terbalik,"
terang Mochamad Yusuf, Konsul Tenaga Kerja KJRI Jeddah, dalam keterangan
tertulis KJRI Jeddah, yang diterima Medcom.id, Jumat, 11 Januari 2019.
Diketahui NST diberangkatkan oleh seorang calo berinisial HS ke Arab Saudi
meskipun dia masih dalam masa perawatan lantaran menderita gangguan kejiwaan.
Sejak Pemerintah Indonesia. memberlakukan moratorium pengiriman TKI informal
awal 2011 ke Arab Saudi, marak kasus 'penyanderaan' asisten rumah tangga (ART)
oleh majikan. Kasus tersebut juga dialami seorang ibu asal Malang Jawa Timur
berinisial KJT. Perempuan kelahiran 1961 ini telah 13 tahun bekerja di daerah Al-
Namas, kota kecil berhawa dingin dan berjarak sekitar 550 kilometer dari KJRI
Jeddah.
Lain lagi kisah yang dialami ROS. Perempuan kelahiran 1982 ini telah sepuluh tahun
bekerja di satu keluarga Arab Saudi di Najran, sebuah provinsi yang terletak di sisi
barat daya Arab Saudi yang berbatasan dengan Yaman.
Karena rumah majikan yang sangat jauh dari KJRI Jeddah, yaitu sekitar 1.000
kilometer, perempuan asal Cianjur ini harus menunggu momen yang pas agar bisa
kabur ke KJRI. Suatu ketika saat liburan, ROS diajak majikan jalan-jalan ke Jeddah.
Ada kesempatan, dia melarikan diri ke KJRI dan meminta bantuan agar hak-haknya
diperjuangkan, antara lain, gaji yang tidak dibayar majikan selama 7 tahun.
Kasus DSTS malah lebih menegangkan. Bukan hanya masalah 'ditahan' majikan dan
sisa gaji yang tidak ditunaikan sebesar 39.000 riyal atau setara Rp140 juta.
Perempuan yang telah bekerja selama 11 tahun sebagai ART di Jeddah itu kerap
menerima perlakuan kasar dari majikan. Dia kerap dipukuli dan ditampar.
Kasus DSTS terungkap ketika dia bersama majikan hendak melakukan pergantian
paspor. Sesuai prosedur, KJRI Jeddah menerapkan kebijakan wawancara untuk
mengorek keluhan dan permasalahan, khusus dari PMI yang bekerja sebagai asisten
rumah tangga.
Perempuan kelahiran Cirebon 1983 ini akhirnya diputuskan diamankan sementara di
shelter KJRI dan kasusnya dibawa ke kantor tenaga kerja setempat. Sang majikan
mengamuk lantaran gagal membawa dia pulang kembali ke rumah. Karena berbuat
Page 136 of 144.

