Page 138 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JANUARI 2019
P. 138
onar di premis diplomatik, majikan nakal ini akhirnya digelandang keluar untuk
diproses lebih lanjut.
Nasib memilukan juga dialami PMI lainnya berinisial ASP. Ibu kelahiran Kendal 1969
ini telah bekerja selama 10 tahun sebagai ART dengan upah bulanan di bawah
standar, yaitu 800 riyal. Sudah sisa gajinya dikemplang, ia malah dilaporkan majikan
ke polisi atas tuduhan pencurian. Menurut penuturan ASP, sisa gajinya yang belum
dibayarkan majikan senilai 72.200 riyal atau sekitar Rp260 juta. Akhirnya, dia
dipenjara selama sebulan sebelum akhirnya dibebaskan oleh KJRI.
Penanganan kasus PMI
Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Hery M. Saripudin mengatakan, masih banyak
rupa-rupa kasus PMI, khususnya kaum ibu yang bekerja di sektor rumah tangga.
Sebagian telah berhasil diselesaikan, sebagian lagi masih kami perjuangkan.
Perkembangan penanganan setiap kasus, imbuh Konjen, selalu dilaporkan ke
instansi berwenang di Jakarta dan pemerintah daerah agar menjadi perhatian
bersama.
"Kepedulian bersama dari para pemangku otoritas insya Allah akan memberikan
jaminan perlindungan yang lebih bagi para PMI, sehingga angka permasalahan yang
menimpa mereka bisa ditekan," kata Konjen Hery.
Konjen juga menyesalkan maraknya penempatan PMI secara unprocedural
meskipun telah dilakukan penandatanganan joint statement antara Menteri
perburuhan Arab Saudi dan Menteri Tenaga Kerja Indonesia.
"Belakangan marak WNI teruma kaum perempuan yang diberangkatkan dengan visa
ziarah. Dari sini kita perlunya harus lebih hati-hati lagi terhadap praktek penyamaran
pengiriman tenaga kerja dengan berpura-pura ziarah atau kunjungan wisata," ujar
Konjen.
Selain itu, Konjen Hery juga berharap agar aparat berwenang melakukan penegakan
hukum kepada para pelaku penempatan PMI secara tidak prosedural yang kadang
mengabaikan sisi kemanusiaan.
"Masa orang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan dan sedang dirawat
diberangkatkan juga. Ini kan sudah keterlaluan," sesal Konjen.
Tiga belas pekerja migran Indonesia tersebut telah dipulangkan, sembilan
diantaranya dikawal langsung oleh petugas dari KJRI Jeddah pada 7 Januari 2019
silam.
Page 137 of 144.

