Page 39 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 AGUSTUS 2019
P. 39

Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kabupaten Serang, dan Sekretaris Utama
               BNP2TKI Tatang Budie Utama Razak, juga Kepala Disnakertrans, R Irawan,
               perwakilan Dinas Sosial, serat Camat dan Kepala Desa beberapa waktu lalu
               mengatakan, Pemkab Serang selama ini belum mendapat laporan terkait adanya
               kasus penganiayaan terhadap TKI asal Kabupaten Serang tersebut.

               "Selama ini pemkab tidak tahu dengan masalah yang ada menyangkut TKI. Dengan
               pertemuan ini tadi pemkab sedikit tahu tentang TKI dan peraturan yang akan
               dibuat," ujarnya. Menanggapi hal itu Entus mengatakan, dari rapat tersebut,

               pemkab memiliki beberapa agenda yang harus ditingkatkan. Pertama untuk jangka
               pendek dalam rangka memberikan perlindungan kepada warga yang bekerja di luar
               negeri harus dicegah sedapat mungkin. "Agar tidak ada yang ilegal, jadi harus yang
               legal," ujarnya.

               Selain itu ia menjelaskan, jika ada kegiatan atau pengiriman pekerja migran yang
               ilegal, Pemkab akan menindak tegas dan memberikan sanksi kepada calo yang
               memberangkatkan tersebut. "Karena itu sesungguhnya sangat tidak manusiawi,
               berpikir hanya untuk kepentingan mereka sendiri, tanpa memperhitungkan nasib
               warga yang diberangkatkan," katanya.

               Entus menambahkan, selain berangkat melalui jalur legal, dirinya juga ingin
               lapangan kerja yang diberikan jelas. "Ke depan justru kita ingin sektor yang midle
               sama barangkali profesional tidak hanya pada tataran yang rendah sebagai

               pembantu rumah tangga, yang sesungguhnya peluang untuk sektor lain itu sangat
               terbuka, tinggal pemda ke depan dengan instansi terkait harus mempersiapkan
               sumber daya manusia secara baik sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di luar
               negeri seperti perawat, engineer, manufaktur, kemudian juga paling tidak cleaning
               servis. Sedangkan untuk pembantu rumah tangga kalau bisa tidak mengirim lagi,
               karena banyak mudharat yang terjadi di tataran keluarga," tuturnya.

               Langkah selanjutnya kata dia, pemkab harus memikirkan jangka panjang
               penanganan, yakni dengan membuat perda perlindungan bagi pekerja migran
               Indonesia khususnya di Kabupaten Serang. Pemkab juga sudah menyampaikan

               kepada Kadisnaker agar segera menyusun naskah akademiknya.

               "Mudah-mudahan peraturan pemerintah sebagai tindak lanjut dari UU 18 Tahun
               2017 ini bisa terbit tahun ini, dan 2020 kita sudah punya perda. Jadi kita agendakan
               di 2020 membuat perda perlindungan pekerja migran. Selama ini belum ada karena
               memang untuk perda harus ada PP-nya, dan tadi diinformasikan Oktober maksimal
               PP sudah terbit," katanya.




                                                       Page 38 of 87.
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44