Page 345 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 JULI 2020
P. 345
Jakarta, IDN Times - Usai tiba dari Arab Saudi, TKI asal Majalengka, Etty binti Toyyib
dinyatakan positif terpapar COVID-19. Kini, ia tengah menjalani perawatan di RS Darurat
Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.
Konfirmasi mengenai Etty terpapar COVID-19 disampaikan oleh humas Badan Pelindungan
Pekerja Migran (BP2MI), Hengki Irawan. Ia mengatakan hasil tes usap Etty dinyatakan positif
oleh Puslitbang Kementerian Kesehatan.
"Hasil puslitbang memang dinyatakan positif (COVID-19). Makanya, Beliau sekarang
dikarantina oleh Gugus Tugas. Jadi, dalam pengawasan Gugus Tugas," ungkap Hengki ketika
dihubungi oleh IDN Times melalui telepon pada Jumat (10/7/2020).
Etty tiba di Tanah Air pada Senin, 6 Juli 2020. Begitu tiba di Bandara Soekarno-Hatta,
sejumlah pejabat tinggi turut menyambut antara lain Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah
dan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani. Namun, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tidak terlihat
ketika Etty tiba.
Lalu, apakah ini berarti sebelum meninggalkan Saudi, Etty tidak menjalani tes usab sehingga
bisa dibiarkan terbang ke Tanah Air? 1. Ketika tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Etty disambut
Menaker Ida Fauziyah (Menaker Ida Fauziyah menyambut kedatangan TKI Etty binti Toyib)
www.twitter.com/@idafauziyah Ketiba tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Etty disambut secara
khusus di ruang VIP oleh dua Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Kepala BP2MI,
Benny Rhamdani. Namun, menurut informasi sebelum meninggalkan Saudi, Etty belum
menjalani tes usap sesuai dengan protokol yang ditentukan.
Ketika tiba di Tanah Air pun, ia hanya menjalani rapid test lalu dikarantina di Wisma Atlet.
Hal itu dikonfirmasi oleh Direktur PTKLN Kementerian Ketenagakerjaan, Eva Trisiana.
Seorang sumber menyebut cara penyambutan Etty oleh Menaker Ida dinilai tidak pas.
Meskipun Etty akhirnya bebas karena uang diyatnya dibayarkan, namun di mata hukum ia
tetap bersalah telah membunuh majikannya.
Proses penyambutan yang dinilai berlebihan, kata sumber itu, justru membuatnya terlihat
seperti pahlawan. Padahal, majelis hakim menyatakan ia terbukti bersalah dalam kasus
pembunuhan.
Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor's picks Pilkada di Bawah Belenggu Pandemik:
Ancaman Skeptisme-Apatisme Pemilih Ancol akan Bangun Disney Land Versi Indonesia di
Atas Lahan Reklamasi [BREAKING] Maria Pauline Lumowa, Buron Pembobol BNI Mendarat
di Soetta 2. TKI Etty bisa terbebas dari hukuman mati usai membayar ganti rugi senilai
Rp15,3 miliar (TKI Etty binti Thoyib tiba di Tanah Air) ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal Etty
dinyatakan bebas setelah membayar uang darah atau diyat 4 juta Riyal atau setara Rp15,5
miliar kepada keluarga korban. Ia dituduh membunuh majikannya warga Saudi Faisal bin Said
Abdullah Al Ghamdi dengan cara diberi racun.
"Etty Toyyib lolos dari hukuman mati setelah membayar diyat atau uang tebusan senilai 4
juta Riyal (setara Rp15,5 miliar). Selain itu, Etty sudah menjalani hukuman penjara selama
20 tahun," ungkap Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel
melalui keterangan tertulis Selasa, (7/7/2020).
Vonis mati Pengadilan Umum Thaif No. 75/17/8 tanggal 22/04/1424H (23/06/2003M) yang
telah disahkan Mahkamah Banding dengan Nomor 307/Kho/2/1 tanggal 17/07/1428 terhadap
Etty sebenarnya telah disetujui oleh Mahkamah Agung Arab Saudi.
Page 344 of 345.

