Page 340 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 JULI 2020
P. 340
Perpres baru mengatur salah satunya tentang pemilihan platform digital dan lembaga
pelatihan Kartu Prakerja yang bukan termasuk pengadaan barang/jasa pemerintah.
Ketentuan ini tertuang dalam Pasal 31A yang tak diatur dalam Perpres sebelumnya.
"Pemilihan platform digital dan lembaga pelatihan tidak termasuk lingkup pengaturan
pengadaan barang/jasa pemerintah namun tetap memperhatikan tujuan, prinsip, dan etika
pengadaan barang jasa pemerintah," dikutip dari salinan Perpres, Jumat (10/7).
Perpres baru juga menyatakan kebijakan yang dikeluarkan Komite Cipta Kerja dan tindakan
dari Manajemen Pelaksana sebelum terbit Perpres baru sah sepanjang didasarkan pada
iktikad baik.
Kebijakan itu berupa kerja sama dengan platform digital, penetapan penerima Kartu Prakerja,
program pelatihan yang telah dikurasi Manajemen Pelaksana dan dipilih penerima Kartu
Prakerja, besaran biaya program pelatihan, insentif yang dibayarkan ke penerima Kartu
Prakerja, dan besaran biaya jasa yang dikenakan platform digital ke lembaga pelatihan.
Di sisi lain, dengan Perpres baru ini, anggota Komite Cipta Kerja sendiri juga bertambah.
Semula hanya ada 6 anggota dengan Ketua Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan
wakil adalah Kepala Staf Presiden.
Dalam Pasal 15 Perpres baru, anggota menjadi 12 orang yang terdiri dari menteri sekretaris
negara, menteri dalam negeri, menteri keuangan, menteri pendidikan dan kebudayaan,
menteri ketenagakerjaan ,menteri perindustrian, menteri perencanaan pembangunan
nasional/Kepala BPPN, sekretaris kabinet, jaksa agung, kapolri, Kepala BPKP, dan Kepala
LKPP.
Pada Pasal 31C beleid tersebut juga mengatur ketentuan baru bagi peserta Kartu Prakerja
yang tidak sesuai syarat namun telah menerima bantuan biaya pelatihan.
Sesuai syarat, peserta Kartu Prakerja hanya diberikan kepada pekerja/buruh yang terkena
PHK, pekerja/buruh yang dirumahkan, dan pekerja bukan penerima upah, termasuk pelaku
usaha mikro dan kecil.
"Penerima Kartu Prakerja yang tidak memenuhi ketentuan dan telah menerima bantuan biaya
pelatihan atau insentif wajib mengembalikan bantuan biaya pelatihan dan/atau insentif
tersebut kepada negara," katanya.
Pengembalian biaya ini berlaku dalam jangka waktu 60 hari. Apabila tidak dikembalikan,
manajemen pelaksana akan menggugat ganti rugi.
Pelaksanaan Kartu Prakerja sebelumnya dilaporkan Indonesia Corruption Watch (ICW) ke
Ombudsman terkait dugaan malaadministrasi. Salah satu yang dilaporkan adalah pemilihan
platform digital yang dinilai tak menggunakan mekanisme lelang pengadaan barang dan jasa.
Merujuk Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, menjelaskan
bahwa pengadaan merupakan kegiatan pengadaan barang dan jasa yang menggunakan
APBN mulai dari identifikasi kebutuhan hingga serah terima hasil pekerjaan.
Selain itu pemilihan platform digital juga dinilai tidak sesuai dengan Peraturan Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 3 Tahun 2020.
(psp/osc).
Page 339 of 345.

