Page 338 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 JULI 2020
P. 338
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro
mengatakan tren operasional layanan penerbangan terus tumbuh dan diprediksi mendekati
kembali normal pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.
Prakiraan tersebut didasarkan pada laju pertumbuhan jumlah penumpang yang terus
meningkat dari bulan ke bulan seiring pergerakan perekonomian menuju arah yang lebih baik
karena program pemerintah.
Harga uji kesehatan terutama metode uji kesehatan screening awal dan cepat (Rapid Test
Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) juga semakin terjangkau diikuti dengan uji kesehatan
semakin mudah yang tersedia di beberapa titik lokasi. Selain itu persyaratan dokumen
perjalanan udara bagi penumpang pun semakin mudah.
"Lion Air Group menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh karyawan dan dari
berbagai pihak khususnya Kementerian Perhubungan hingga sampai saat ini Lion Air Group
masih beroperasi. Harapan terbesar ialah pandemi covid-19 segera berakhir," ujar Danang
dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (10/7).
Di sisi lain, lanjut Danang, layanan penerbangan berjadwal dari dan menuju kota-kota besar
hingga setingkat kecamatan atau kabupaten, antara lain Jakarta, Banda Aceh, Medan,
Padang, Pekanbaru, Batam, Tanjung Pinang, Palembang, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka
Belitung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, Bali, serta Kupang telah
dibuka.
Selain itu, maskapai juga telah membuka rute Pontianak, Palangkaraya, Balikpapan,
Banjarmasin, Tarakan, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong,
Manokwari, Timika, Jayapura, Merauke, Berau, Sampit, Lubuk Linggau, Labuan Bajo, Luwuk,
Tambolaka, Waingapu, Bima, Sumbawa, Ende, Gunung Sitoli dan wilayah atau daerah
lainnya.
Danang mengatakan, penerbangan Lion Air Group tetap menjalankan protokol kesehatan.
Harapannya, agar setiap operasional memenuhi unsur-unsur keselamatan, keamanan (safety
first) dan dalam upaya tidak menyebabkan penyebaran Covid-19.
Saat ini, perseroan telah mempersiapkan semua armada, yang terdiri dari tipe Boeing 737-
800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 320-200CEO, Airbus 320-200NEO, Airbus 330-300CEO,
Airbus 330-900NEO, ATR 72-500 dan ATR 72-600, yang dioperasikan menurut kebutuhan.
"Perseroan saat ini masih terus melakukan analisis, mengumpulkan data dan informasi,
mempelajari situasi yang terjadi dengan pandangan bisnis ke depan," pungkasnya.
Sebelumnya, Danang menyebut perusahaan akan memangkas 2.600 karyawan atau kurang
lebih 9 persen dari total 29 ribu karyawan akibat pandemi virus corona.
CNNIndonesia.com pekan lalu.
Dalam perkembangannya, ratusan pekerja alih daya (outsourcing) Lion Air berencana
menggelar unjuk rasa di kantor Lion Air Tower, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat pada Senin,
13 Juli 2020. Mereka menuntut hak yang disebut belum dibayarkan oleh manajemen
perusahaan.
"Aksi kami enggak muluk-muluk. Kami dari para pekerja outsourcing yang terdampak hanya
meminta hak-hak kami dibayarkan," ujar Awal Nurrizky, koordinator perwakilan pekerja Lion
Air yang terdampak pemberhentian kerja, dalam keterangan resmi. (hrf/sfr).
Page 337 of 345.

