Page 53 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JUNI 2019
P. 53
salah satu WNI yang merupakan Kapten Kapal Markabi Phil yang diterima KBRI
Doha, Qatar pada Februari 2019 lalu.
Para ABK mengadu bahwa awak kapal termasuk kapten yang bekerja sejak Oktober
2018 belum mendapatkan gaji dan tidak mendapatkan pasokan air minum dan
makanan.
"Kasus ini terjadi karena salah satu kapal Trelco Marine Service tertangkap petugas
karena terlibat pembelian BBM ilegal yang menyeret manajemen Trelco Marine dan
memburuknya manajemen perusahaan sehingga mengakibatkan penelantaran kapal
yang beroperasi dibawah manajemen Trelco Marine Service," ujar Direktur Eva.
Pihak KBRI Doha Qatar melalui Atase Ketenagakerjaan bertindak cepat dan tanggap
dalam merespon permasalahan tersebut dengan menemui para ABK dan
memberikan logistik yang dibutuhkan.
KBRI Doha, Qatar langsung berkoordinasi dengan pihak berwenang dan pihak
perusahaan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
"Alhamdulillah, setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, akhirnya kami
bisa memulangkan para ABK yang selama ini terlantar di pelabuhan. Mereka kini
telah kembali ke Tanah Air," ucap Eva.
Dalam kesempatan ini, Direktur Eva memberikan apresiasi kepada Atase
Ketenagakerjaan KBRI Doha yang telah bertindak cepat dalam merespon
penanganan kasus ini.
Untuk meningkatkan pelindungan bagi ABK, pemerintah sedang menyusun
Rancangan Pemerintah tentang Perlindungan Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal
Perikanan yang ditargetkan paling lama sebelum akhir tahun ini sudah selesai.
"Kami bersyukur para ABK tersebut dapat pulang dan berkumpul kembali dengan
keluarga sehingga bisa merayakan Idul Fitri di kampung halamannya," kata Eva.
Page 52 of 161.

