Page 231 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MEI 2020
P. 231
Title PENYEBAB PENCAIRAN INSENTIF PRA KERJA LELET
Media Name detik.com
Pub. Date 11 Mei 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5010820/penyebab-penca iran-insentif-
Page/URL
pra-kerja-lelet
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Project Management Officer (PMO/manajemen pelaksana) program Kartu
Pra Kerja menyatakan masih banyak kendala dalam mencairkan insentif sebesar Rp
600.000 kepada peserta pelatihan. Hal itu terlihat baru 51.255 orang yang telah
menerima insentif. Padahal, jumlah peserta gelombang pertama dan kedua ada
sebanyak 456.256 orang.
Direktur Kemitraan dan Komunikasi PMO Kartu Pra Kerja, Panji Winanteya Ruky
mengatakan kendala lambannya pencairan disebabkan proses verifikasi data
peserta, salah satunya dalam mendaftarkan akun e-wallet dan rekening bank di
mitra pembayaran atau melalui situs Kartu Pra Kerja.
"Dari beberapa hari yang lalu postingan di akun Instagram Kartu Pra Kerja sudah
mengingatkan agar peserta segera melakukan verifikasi akun e-wallet kalau
menggunakan e-wallet," kata Panji dalam video conference, Jakarta, Senin
(11/5/2020).
Dari 456.265 peserta, Panji menyebut ada 360.650 orang yang sudah menggunakan
biaya pelatihannya. Dari angka itu, tercatat ada 219.489 orang yang sudah
menyelesaikan satu pelatihan. Setelah menyelesaikan pelatihan maka peserta akan
mendapat notifikasi dari mitra atau digital platform tempat membeli paket pelatihan.
Dari angka 219.489 orang ini, tercatat sudah ada 132.509 orang yang mendaftarkan
akun rekening atau e-wallet kepada para mitra pembayaran, seperti Bank BNI,
LinkAja, GoPay, dan OVO.
"Tidak semua teregistrasi dan melalui proses KYC yaitu dengan foto KTP dan
swafoto sehingga kami dan mitra pembayaran bisa melakukan verifikasi, dan orang
yang bener-bener punya KTP dan benar-benar didaftarkan sebagai pemegang akun
yang akan menerima insentif," ujarnya Panji.
Program Kartu Pra Kerja ditargetkan untuk 5,6 juta peserta dengan total anggaran
Rp 20 triliun. Dalam pelaksanaannya, setiap peserta mendapat total dana Rp
3.550.000. Rinciannya, sebesar Rp 1.000.000 untuk biaya pelatihan, lalu insentif
totalnya Rp 2.400.000 atau Rp 600.000 per bulan diberikan selama 4 bulan, dan
insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000.
Page 230 of 243.

