Page 70 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MEI 2020
P. 70
electric furnance. Ekspor perdana Ferronickel (hasil pemurnian dari bijih nikel) ke
China telah dilakukan VDNI pada 28 Agustus 2017.
Untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal Indonesia, VDNI program
pendidikan dan pelatihan dengan mengirimkan 80 putra daerah Sultra untuk belajar
ke universitas terkenal di China.
Program pendidikan tersebut berlangsung selama 1 tahun dengan jurusan
pendidikan yang ditempuh adalah peleburan logam di Universitas Yunnan Kunming
Metalurgical sebanyak 46 orang dan jurusan pembangkit listrik di Yancheng Institute
of Technology sebanyak 34 orang. Program ini juga merupakan bagian dari program
alih teknologi dari tenaga kerja asing kepada tenaga kerja Indonesia.
Pemberangkatan gelombang I akan dilakukan pada 20 Mei 2018 untuk jurusan studi
peleburan logam, sementara gelombang II untuk jurusan pembangkit listrik
diberangkatkan pada bulan September 2018.
Pada 5 Februari 2020, VDNI mendapat penghargaan dari Kantor Pelayanan Pajak
(KPP) Pratama Kendari sebagai Pembayar Pajak Terpilih sektor Industri Pengolahan.
Penghargaan itu diterima langsung oleh perwakilan PT VDNI Wahyu Pratama Haeba
di Hotel Claro Kendari.
500 TKA China untuk Kebut Proyek Smelter
Dikutip dari Kendarinesia yang merupakan media partner kumparan, External Affairs
Manager PT VDNI Indrayanto menjelaskan, tujuan perusahaan mendatangkan 500
TKA asal China karena membutuhkan tenaga kerja teknis yang akan bekerja
memasang alat produksi pada smelter.
Selain itu, tujuan lain perusahaan mendatangkan TKA tersebut untuk
mempertahankan operasional tenaga kerja lokal di perusahaan yang telah di rekrut.
"Jadi, 500 TKA itu sebagian besar adalah karyawan dari pihak kontraktor yang
mempunyai skill untuk memasang alat produksi nikel di perusahaan kami," kata
Indra, Sabtu (9/5).
Human Resources Department Manager PT VDNI Ahmad Saekuzen menjelaskan,
pihaknya sangat bergantung pada 500 TKA itu untuk percepatan pembangunan
smelter. Dia juga menyebut bahwa ada keterbatasan pekerja yang ahli dalam
bidang tersebut.
"Untuk teknisi di smelter memang karena ada keterbatasan 'man power', kami
membutuhkan orang-orang yang berpengalaman dalam hal itu, sehingga muncul lah
rencana mendatangkan 500 TKA dari China. Sebenarnya (kedatangan 500 TKA
China) adalah kaitannya dengan mempercepat pembangunan daripada smelter
kami," kata Ahmad.
Kedatangan TKA China Diklaim Tambah Lowongan Kerja untuk Penduduk Lokal
Page 69 of 243.

