Page 6 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 6
Umar Hadi menyampaikan, mereka akan pulang menunggu ada penerbangan ke
Indonesia. Pasalnya di tengah pandemi Covid-19 ini, penerbangan tidak tersedia
setiap waktu.
Kepulangan ke tanah air 14 ABK WNI tersebut ditanggung oleh perusahaan yang
mengirim mereka bekerja di kapal. "Jadi secepatnya, begitu ada penerbangan ke
Indonesia kita bisa pulangkan," ungkap Umar Hadi.
"Sudah nggak ada masalah, tiketnya dan segala macam sudah ada."
"Ditanggung oleh agensi dari perusahaannya," tambahnya.
Kondisi Terkini 14 ABK WNI yang kini berada di Korea Selatan Umar Hadi
menyebutkan, 14 orang ABK WNI kini dalam keadaan yang baik dan sehat.
Mereka semua ditampung di sebuah hotel di Busan. 14 ABK WNI yang dirahasiakan
identitasnya itu kini sedang menjalani masa karantina.
"Tetapi 14 yang lainnya dalam keadaan baik," ungkap Umar Hadi.
"Berada di satu hotel sebagai tempat karantina mereka di Kota Busan," lanjutnya.
Awalnya, jumlah ABK WNI di kapal saat merapat terdapat 15 orang. Namun satu
orang ditemukan sakit sejak berada di kapal.
ABK WNI tersebut langsung dibawa ke rumah sakit di Busan, Korea Selatan. Hingga
akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (29/4/2020).
"Semula ada 15, tetapi satu kemudian sakit sejak berada di kapal," jelas Umar Hadi.
"Kita konsultasikan ke rumah sakit di Busan."
"Kemudian yang bersangkutan meninggal dunia pada 29 April 2020," imbuhnya.
KBRI Desak 2 Pihak Bertanggung Jawab Untuk menyelesaikan kasus ini, Umar Hadi
menuturkan sudah melakukan beberapa tindakan. Dalam kasus dugaan eksplotasi
ABK WNI ini juga melibatkan KBRI yang berada di Beijing, China, sesuai kepemilikan
kapal yang mempekerjakan para ABK WNI.
Umar Hadi menjelaskan, dalam kasus tersebut, tidak hanya melibatkan satu kapal
berbendera China saja. Ternyata terdapat tiga kapal yang terseret dalam kasus
pelarungan jenazah ABK WNI di laut.
Ketiga kapal itu disebutkan berasal dari perusahaan yang sama asal China. "Sudah
banyak langkah-langkah yang kita lakukan untuk kasus ini," terang Umar Hadi.
"Di KBRI Beijing, karena ini melibatkan beberapa kapal bukan cuma satu, ada tiga."
Page 5 of 276.

