Page 59 - e-Kliping Ketenagakerjaan 18 Juni 2019
P. 59

"Skill memang paling penting bagi angkatan kerja. Mereka dapat memproteksi diri
               mereka sendiri jika mereka memiliki skill yang baik," kata Kepala Biro Kerja Sama
               Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri, melalui siaran pers,
               Senin (17/6).

               Hal itu dikatakannya dalam Forum Tematik dengan tema Jobs and skills for a
               brighter future, Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-108, Jenewa.

               Kementerian Ketenagakerjaan berupaya meningkatkan kemampuan SDM melalui
               pendidikan dan pelatihan vokasi.

               "Pelatihan vokasi disediakan oleh pemerintah Indonesia dalam bentuk pemberian
               hard and soft skills secara masif, tanpa memandang usia dan latar belakang
               belakang pendidikan melalui triple skilling (skilling, upskilling, dan reskilling) bagi
               SDM Indonesia," kata Putri.

               Ia menjelaskan skilling berarti mendorong dan memfasilitasi para angkatan kerja
               untuk berpartisipasi dalam program pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja. Upaya
               tersebut juga didukung dengan adanya program reskilling dan upskilling agar para
               pekerja yang terdampak job shifting bisa memperoleh keterampilan sesuai dengan
               tuntutan perkembangan dunia kerja.

               Selain itu, mereka juga didorong untuk masuk ke job creation. Job creation adalah
               adanya talent-talent baru untuk menginovasikan dan mengembangkan diri menjadi
               wirausaha dan sociopreuner.

               Untuk menyesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan dunia kerja, konsep triple
               skilling tersebut harus terus dikembangkan melalui beberapa peningkatan di
               berbagai bidang.

               Pertama, pemerintah Indonesia melakukan pengembangan Balai Latihan Kerja
               (BLK) melalui konsep rebranding, reorientasi, dan revitalisasi (3R).

               "Kedua, konsep triple skilling untuk pembangunan SDM/peserta pelatihannya. Dan
               yang ketiga, instruktur di BLK harus terus ditingkatkan keahliannya sehingga kita
               siap memasuki era industri 4.0 ke depan," kata Putri.

               Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan dan kualifikasi yang dipersyaratkan oleh
               dunia kerja, maka pemerintah Indonesia juga menggalakkan program pemagangan
               di perusahaan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

               "Program ini dimaksudkan untuk menciptakan calon pekerja yang memenuhi
               standar dan kualifikasi pasar kerja," kata Putri.





                                                       Page 58 of 59.
   54   55   56   57   58   59   60