Page 56 - e-Kliping Ketenagakerjaan 18 Juni 2019
P. 56
semakin dinamis.
Untuk itu, pemerintah menjalankan konsep triple skilling guna mengatasi
ketimpangan skill angkatan kerja Indonesia sehingga bisa masuk pasar kerja atau
berwirausaha.
"Skill memang paling penting bagi angkatan kerja. Mereka dapat memproteksi diri
mereka sendiri jika mereka memiliki skill yang baik," kata Kepala Biro Kerja Sama
Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri, melalui siaran pers,
Senin (17/6).
Hal itu dikatakannya dalam Forum Tematik dengan tema Jobs and skills for a
brighter future, Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-108, Jenewa.
Kementerian Ketenagakerjaan berupaya meningkatkan kemampuan SDM melalui
pendidikan dan pelatihan vokasi.
"Pelatihan vokasi disediakan oleh pemerintah Indonesia dalam bentuk pemberian
hard and soft skills secara masif, tanpa memandang usia dan latar belakang
belakang pendidikan melalui triple skilling (skilling, upskilling, dan reskilling) bagi
SDM Indonesia," kata Putri.
Ia menjelaskan skilling berarti mendorong dan memfasilitasi para angkatan kerja
untuk berpartisipasi dalam program pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja. Upaya
tersebut juga didukung dengan adanya program reskilling dan upskilling agar para
pekerja yang terdampak job shifting bisa memperoleh keterampilan sesuai dengan
tuntutan perkembangan dunia kerja.
Selain itu, mereka juga didorong untuk masuk ke job creation. Job creation adalah
adanya talent-talent baru untuk menginovasikan dan mengembangkan diri menjadi
wirausaha dan sociopreuner.
Untuk menyesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan dunia kerja, konsep triple
Page 55 of 59.

