Page 517 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 SEPTEMBER 2021
P. 517

Ringkasan

              Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan pemerintah menyiapkan perlindungan sosial bagi
              pekerja  rentan  dan  non-ASN  di  seluruh  Indonesia.  Langkah  tersebut  sebagai  optimalisasi
              pelaksanaan  program  jaminan  sosial  ketenagakerjaan  yang  selama  ini  berjalan.  “Khususnya,
              meningkatkan perlindungan pekerja non-ASN dengan menyiapkan anggaran serta regulasi yang
              mendukung  pelaksanaannya,”  kata  Ma’ruf  dalam  keterangan  persnya  saat  Penganugerahan
              Paritrana Award, Jumat (10/9).



              PEMERINTAH BERIKAN JAMINAN SOSIAL UNTUK PEKERJA RENTAN DAN NON-ASN

              WAKIL Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan pemerintah menyiapkan perlindungan sosial bagi
              pekerja  rentan  dan  non-ASN  di  seluruh  Indonesia.  Langkah  tersebut  sebagai  optimalisasi
              pelaksanaan  program  jaminan  sosial  ketenagakerjaan  yang  selama  ini  berjalan.  “Khususnya,
              meningkatkan perlindungan pekerja non-ASN dengan menyiapkan anggaran serta regulasi yang
              mendukung  pelaksanaannya,”  kata  Ma’ruf  dalam  keterangan  persnya  saat  Penganugerahan
              Paritrana Award, Jumat (10/9).

              Disebutkan,  untuk  mendukung  kegiatan  tersebut  pemerintah  telah  mengeluarkan  beberapa
              kebijakan  dan  regulasi  untuk  mendukung  perlindungan  Jamsostek  semesta.  Pertama  adalah
              Instruksi  Presiden  No.2/2021  tentang  Optimalisasi  Pelaksanaan  Program  Jaminan  Sosial
              Ketenagakerjaan.  “Regulasi  ini  menginstruksikan  kepada  24  kementerian/lembaga,  para
              Gubernur dan Bupati/Walikota sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing, melakukan
              optimalisasi pelaksanaan program Jamsostek,” jelasnya Kebijakan tersebut, tambah Ma’ruf, juga
              ditindaklanjuti  melalui  Kemendagri  juga  telah  menerbitkan  Permendagri  No.27/2021  tentang
              Pedoman  Penyusunan  APBD  Tahun  2022  yang  mengatur  Penganggaran  Jamsostek  untuk
              perlindungan para pekerja non-ASN, Penyelenggara Pemilu, Pekerja Rentan, hingga pekerja di
              BUMD se Indonesia. “Dengan terbitnya Instruksi Presiden serta Permendagri ini betul-betul dapat
              mendorong perlindungan menyeluruh para pekerja. Saya berharap dengan hadirnya peraturan-
              peraturan  dan  kebijakan  ini,  kita  memiliki  dasar  untuk  semakin  optimal  dalam  mendorong
              perlindungan menyeluruh bagi para pekerja,” ujarnya.

              Baca  juga:  Gugatan  Ditolak  MA,  Pegawai  KPK  Tunggu  Jokowi  soal  TWK  Menurut  Ma’ruf,
              perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan menjadi sangat penting dalam meningkatkan rasa
              aman saat bekerja serta memberikan kepastian keberlangsungan ekonomi keluarga para pekerja
              jika  terjadi  sesuatu  yang  tidak  diinginkan.  Apalagi  dengan  situasi  pandemi  covid-19  yang
              memberikan  dampak  terhadap  sektor  kesehatan,  ekonomi,  hingga  ketenagakerjaan.
              “Diharapkan,  perlindungan  dari  negara  melalui  BPJS  Ketenagakerjaan  semakin  lengkap  dan
              dapat melindungi seluruh pekerja di Indonesia dengan baik,” jelasnya.

              Disampin jaminan sosial, tambah Ma’ruf, pemerintah terus melakukan langkah-langkah untuk
              menjaga  keberlangsungan  pertumbuhan  ekonomi.  Salah  satu  langkah  membantu  memenuhi
              kebutuhan  masyarakat  pekerja,  terang  Wapres  adalah  dengan  memberikan  Bantuan  Subsidi
              Upah (BSU) sebesar Rp 500.000 selama 2 bulan atau dengan total penerimaan 1 juta per orang.
              BSU ini ditargetkan kepada 8,9 juta pekerja dari seluruh Indonesia. “BSU ini diharapkan dapat
              meringankan  beban  para  pekerja  untuk  menjalani  kehidupan  yang  penuh  tantangan  di  era
              pandemi Covid-19 ini,” tuturnya.

              Sejalan dengan Wapres, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo juga menegaskan
              bahwa  pihaknya  menyambut  baik  dukungan  Pemerintah  dalam  implementasi  Jamsostek  dan
              penegakan regulasi sebagai salah satu upaya perluasan cakupan perlindungan BPJAMSOSTEK.
              “BPJAMSOSTEK siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder, baik di level pusat hingga daerah


                                                           516
   512   513   514   515   516   517   518   519   520   521   522