Page 534 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 SEPTEMBER 2021
P. 534
"Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dan regulasi seperti Inpres Nomor 2 tahun 2021 dan
Permendagri Nomor 27 tahun 2021 sebagai komitmen pemerintah mengoptimalkan program
perlindungan Jamsostek," tegas Ma'ruf Amin.
Ma'ruf Amin menegaskan Inpres nomor 2 tahun 2021 tentang Optimalisasi Program Jaminan
Sosial Ketenagakerjaan dan Permendagri nomor 27 tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan
APBD Tahun 2022 yang mengatur penganggaran Jamsostek merupakan wujud nyata komitmen
pemerintah dalam mendukung implementasi Jamsostek secara menyeluruh. Seperti diketahui,
Permendagri dimaksud mengatur perlindungan Jamsostek melalui penganggaran APBD tahun
2022 bagi para pekerja non-ASN, pegawai penyelenggara pemilu, pekerja rentan, hingga
pegawai BUMD.
Kembali Anggoro menegaskan pihaknya menyambut baik dukungan Pemerintah dalam
implementasi Jamsostek dan penegakan regulasi sebagai salah satu upaya perluasan cakupan
perlindungan BPJAMSOSTEK.
"BPJAMSOSTEK siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder, baik di level pusat hingga daerah
untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarga. Semoga segala ikhtiar dan doa kita
mendapat ridho Allah SWT agar kesejahteraan pekerja dapat terwujud melalui manfaat program
BPJAMSOSTEK," tutup Anggoro.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jambi, Supriyatno mengatakan, UMKM
Jambi yang meraih terbaik III dalam Paritrana Award 2020 itu yakni Angga Saputra yang
menggeluti usaha pembuatan kopi bubuk. Dalam menjalankan usahanya, Angga
memperkerjakan 18 orang. Dimana semua pekerja itu diikutsertakan sebagai peserta BPJS
Ketenagakerjaan sejak tahun 2006 lalu.
Bahkan semua pekerja itu, ikut dalam empat program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.
Yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan
Jaminan Pensiun (JP).
"Ini menjadi motivasi bagi pelaku UMKM di Jambi untuk ikut mendaftarkan pekerjanya pada
program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Karena banyak manfaatnya, salah satunya bisa
mendapat uang pembinaan," kata Supriyatno.
Sebab itu, Supriyatno mengimbau pelaku UMKM di Jambi dan perusahaan-perusahaan di Jambi
untuk mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.***.
533

