Page 126 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 126
KEMNAKER PASTIKAN KEMUDAHAN PEKERJA MILIKI RUMAH MELALUI MANFAAT
LAYANAN TAMBAHAN JHT
JAKARTA - Pemerintah memberikan kepastian kesejahteraan bagi pekerja atau buruh melalui
program Jaminan Hari Tua (JHT) untuk mendapatkan manfaat layanan tambahan (MLT), berupa
fasilitas pembiayaan perumahan yang dibiayai dana investasi program JHT.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI-JSK)
Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri mengatakan realisasi penyaluran MLT
perumahan bagi pekerja atau buruh pada 2018 meningkat menjadi 1.385 unit rumah dibanding
tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 658 unit.
"Pada tahun 2019 penyaluran MLT terjadi penurunan sebanyak 398 unit rumah sampai dengan
tahun 2020 ini hanya 82 unit rumah yang tersalurkan dikarenakan tidak stabilnya kondisi
perekonomian Indonesia akibat pandemi Covid-19," kata Indah Anggoro Putri saat menyaksikan
Penandatangan Kerja Bersama (PKB) Penyaluran MLT Program JHT BPJS Ketenagakerjaan,
Kamis (28/10).
Dirjen Putri menjelaskan telah diundangkannya Permenaker 17/2021 merupakan kabar baik bagi
peserta program JHT dan pengusaha atau pemberi kerja dalam memberikan kemudahan bagi
pekerja atau buruh untuk memiliki rumah sendiri, sekaligus membantu pemerintah dalam
menyediakan rumah bagi masyarakat.
Menurutnya, dalam mengoptimalkan penyaluran MLT perumahan pekerja atau buruh, ada hal-
hal baru yang diatur dalam Permenaker 17/2021, seperti penambahan bank daerah yang
tergabung dalam Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA).
Selain itu, penambahan skema baru berupa novasi yaitu pengalihan dari KPR umum menjadi
KPR MLT, serta penyesuaian suku bunga deposito sebagai dasar perhitungan suku bunga
penempatan (funding) dan suku bunga pinjaman (lending).
"Kepada BPJS Ketenagakerjaan segera melakukan sosialisasi secara masif program MLT ini
kepada pekerja, pengusaha, perusahaan pembangunan perumahan (developer), dan perbankan
melalui perjanjian kerja bersama dengan perbankan yang tergabung dalam HIMBARA maupun
ASBANDA," pesan Dirjen Putri.
Dari perjanjian ini, Dirjen Putri menginginkan Bank Tabungan Negara ( BTN ) yang core bisnisnya
di bidang perumahan agar dapat lebih memberikan kemudahan persyaratan perbankan kepada
pekerja atau buruh yang mengajukan kredit perumahan melalui program MLT.
"Saya juga berharap kerja samanya para pengusaha atau pemberi kerja serta perusahaan
pembangunan perumahan (developer) untuk menyediakan atau memfasilitasi penyediaan
perumahan bagi pekerja atau buruh," katanya.
Dirjen Putri juga menyampaikan Menaker Ida Fauziyah telah mengingatkan MLT yang
merupakan program JHT ini harus bisa memberikan manfaat yang besar bagi peserta dan
pemberi kerja dalam memenuhi kebutuhan akan kepemilikan rumah sendiri.
(mrk/jpnn) Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?.
125

