Page 137 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 137
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI-JSK)
Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri dalam keterangan tertulis yang diterima di
Jakarta, Kamis mengatakan pada 2017 realisasi penyaluran MLT perumahan bagi pekerja/buruh
mengalami kenaikan sebanyak 658 unit rumah, meningkat menjadi 1.385 unit di Tahun 2018.
"Pada Tahun 2019 penyaluran MLT terjadi penurunan sebanyak 398 unit rumah sampai dengan
Tahun 2020 ini hanya 82 unit rumah yang tersalurkan dikarenakan tidak stabilnya kondisi
perekonomian Indonesia akibat pandemi COVID-19," ujarnya saat menyaksikan Penandatangan
Kerja Bersama (PKB) Penyaluran Manfaat Layanan Tambahan Program Jaminan Hari Tua BPJS
Ketenagakerjaan, pada Kamis (28/10).
Dia menyampaikan bahwa MLT itu berupa fasilitas pembiayaan perumahan yang dibiayai dari
dana investasi program JHT.
Putri menjelaskan, diundangkannya Permenaker Nomor 17 Tahun 2021 merupakan kabar baik
bagi peserta program JHT dan pengusaha/pemberi kerja dalam memberikan kemudahan bagi
pekerja/buruh untuk memiliki rumah sendiri serta membantu pemerintah dalam menyediakan
rumah bagi masyarakat.
Dalam mengoptimalkan penyaluran MLT perumahan pekerja/buruh, kata dia, ada hal-hal baru
yang diatur dalam Permenaker Nomor 17 Tahun 2021, antara lain penambahan bank daerah
yang tergabung dalam ASBANDA, penambahan skema baru berupa inovasi, yaitu pengalihan
dari KPR umum menjadi KPR MLT serta penyesuaian suku bunga deposito sebagai dasar
perhitungan suku bunga penempatan (funding) dan suku bunga pinjaman (lending).
"Kepada BPJS Ketenagakerjaan segera melakukan sosialisasi secara masif program MLT ini
kepada pekerja, pengusaha, perusahaan pembangunan perumahan (developer), dan perbankan
melalui perjanjian kerja bersama dengan perbankan yang tergabung dalam HIMBARA maupun
ASBANDA (Asosiasi Bank Daerah)," ucapnya.
Dari perjanjian ini, Putri menginginkan Bank Tabungan Negara (BTN) yang bisnis intinya di
bidang perumahan agar dapat lebih memberikan kemudahan persyaratan perbankan kepada
pekerja/buruh yang mengajukan kredit perumahan melalui program MLT.
"Saya juga berharap kerja samanya dari para pengusaha/pemberi kerja serta perusahaan
pembangunan perumahan (developer) untuk menyediakan atau memfasilitasi penyediaan
perumahan bagi pekerja/buruh," katanya.
Ia menyampaikan, Menaker Ida Fauziyah juga telah mengingatkan agar MLT program JHT ini
harus bisa memberikan manfaat yang besar bagi peserta dan pemberi kerja dalam memenuhi
kebutuhan akan kepemilikan rumah sendiri.
136

