Page 158 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 158
APINDO JATENG KEBERATAN UMP JATENG 2022 NAIK 10%, MINTA TETAP
RASIONAL
SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Apindo Jateng menilai permintaan kelompok
buruh terkait kenaikan UMP Jateng 2022 sebesar 10 persen dinilai memberatkan. Ketua Apindo
Jateng, Frans Kongi mengatakan, pihaknya setuju dengan kenaikan UMP Jateng 2022 namun
tetap rasional.
Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI Jateng berharap UMP Jateng 2022
naik sekitar 10% sehingga besarannya menjadi Rp1.978.877,032.
“Yang jelas, Apindo Provinsi Jawa Tengah setuju dengan kenaikan UMP. Namun, kita harapkan
kenaikan tersebut bisa menyesuaikan dengan kondisi recovery yang tengah berjalan,” ujar Frans
Kongi, dikutip dari Solopos.com, Kamis 28 Oktober 2021.
Baca Juga: Buruh Usulkan UMP Jateng 2022 Naik Jadi Rp1,9 Juta Frans menegaskan komitmen
Apindo Jateng memberikan upah yang layak terhadap kaum buruh.
“Ini tanggung jawab perusahaan. Bagaimana bisa memberikan upah yang baik, supaya
karyawan senang, produktivitasnya meningkat. Memang semua pengusaha maunya begitu,”
lanjutnya.
Meski demikian, Frans menyebut sektor industri di Jawa Tengah masih dalam fase pemulihan
setelah digempur pandemi. Oleh sebab itu dia berharap kenaikan UMR Jateng 2022 tetap
rasional.
“Saat ini kita masih susah karena pandemi. Meskipun perlahan-lahan kita sudah mulai bangkit,
tetapi belum bisa lari lah. Oleh karena itu, ini ada aturan baru, PP No.36/2021, saya pikir ini
cukup baik untuk diterapkan,” tutur Frans.
Baca Juga: UMP Jateng 2022 Diprediksi Naik, Paling Lambat Diumumkan November UMP Jateng
saat ini dipatok dengan jumlah Rp1.798.979 dinilai masih kompetitif. Menurut Frans jumlah
tersebut masih kompetitif dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor industri di
Jateng.
“Upah minimum kita ini sehat, dalam arti gubernur dalam menetapkan upah sudah cukup
rasional, tidak emosional. Karena daerah lain seperti itu, kenaikannya cukup tinggi.
Kenyataannya, upah minimum yang terlalu tinggi membuat pengusaha tidak bisa bayar, akhirnya
lari ke Jawa Tengah atau bahkan luar negeri,” jelas Frans.
Kalangan pengusaha berharap agar kenaikan UMP di Jawa Tengah bisa terus mendukung
perkembangan sektor industri. Terlebih dengan banyaknya kawasan industri baru yang disiapkan
untuk menampung pabrik-pabrik pindahan dari luar dan dalam negeri.
Baca Juga: Duh, UMP Jateng 2021 Terendah di Indonesia, Tak Sampai Rp2 Juta “Sekarang saya
pikir we are on the right track, kita sudah di satu jalan yang baik. Untuk recovery dan
peningkatan, untuk pertumbuhan ekonomi dan industri. Bukan hanya di masa pandemi, tapi juga
untuk melampaui pandemi. Menuju kesejahteraan rakyat,” jelas Frans.
Ketua KSPI Jateng, Aulia Hakim, meminta Pemprov Jateng tidak menggunakan aturan baku
dalam menerapkan Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah
Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022.
157

