Page 188 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 188

Hongkong menjadi kawasan terawal yang menyatakan siap menerima kedatangan PMI, per 30
              Agustus kemarin. Sementara, tujuan-tujuan lain yang selama ini menjadi penempatan favorit
              PMI, seperti Taiwan, Korea Selatan, serta Jepang, masih dalam proses persiapan.

              Direktur  Jenderal  Binapenta  dan  PKK  Kemenaker,  Suhartono,  mengatakan,  Kemenaker  telah
              menerbitkan SOP(standar operasional prosedur) Penyelenggaraan Layanan dan Pelindungan PMI
              pada Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan Lembaga Pelatihan Kerja
              Luar Negeri (LPK-LN)/Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN)pada Masa Adaptasi Kebiasaan
              Baru, untuk semakin mematangkan persiapan itu.

              Ditegaskan, pihaknya sangat serius memantau penerapan protokol kesehatan terhadap P3MI
              dan  LPK-LN.  Bukan  hanya  pada  sarananya,  namun  juga  calon  PMI  yang  akan  berangkat  ke
              negara-negara penempatan. Indonesia satu-satunya negara pengirim tenaga kerja yang telah
              memiliki SOP Penyelenggaraan Pelayanan pada BLKLN dan Kantor P3MI. Hal ini menunjukkan
              keseriusan  Pemerintah  Indonesia  dalam  rangka  meyakinkan  Pemerintah  Negara  Tujuan
              Penempatan  bahwa kita  tidak  hanya  melindungi  PMI,  namun juga  melindungi  warga  negara
              mereka.
              "Kami akan terus memantau dan menindak secara tegas, apabila ada P3MI/LPK-LN yang tidak
              mematuhi Protokol Kesehatan yang berlaku", tegas Suhartono.

              Berdasarkan  Kepdirjen  Nomor  3/2748/PK.02.02/VIII/2021,  sudah  terdapat  56  negara
              penempatan  yang  membuka  pintu  bagi  PMI.  Hanya  saja,  sebagian  besar  negara  itu  bukan
              menjadi pilihan favorit bagi PMI.

              Seiring  itu,  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah  terus  melakukan  berbagai  upaya  secara
              intens terkait pelindungan PMI. Antara lain melalui penguatan peran Satgas Pelindungan PMI.
              Termasuk, mempererat kerja sama luar negeri, untuk menjajaki peluang kawasan baru untuk
              penempatan  PMI.  Apalagi  saat  ini,  Amerika  Serikat,  Inggris,  Autralia  dan  negara-negara  Uni
              Eropa sedang mengalami krisis kelangkaan pekerja.

              Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan, krisis kelangkaan
              pekerja yang terjadi di negara-negara maju itu, dapat membawa peluang baru bagi angkatan
              kerja Indonesia.

              "Beberapa  waktu  lalu  salah  satu  negara  bagian  di  AS  mengontak  kita  untuk  menjajaki
              kemungkinan  menerima  PMI  (pekerja  migran  Indonesia),  terutama  di  sektor  kesehatan,
              manufaktur, dan agrikultur," kata Anwar.

              Ia mengatakan, permintaan terhadap pekerja migran Indonesia saat ini sangat besar, sekitar
              30.000 orang untuk satu negara bagian. Pemerintah masih menjajaki peluang kerja sama itu.
              Peluang itu diharapkan dapat memperluas pasar kerja bagi angkatan kerja dalam negeri yang
              berjumlah sangat banyak.

              [eko].















                                                           187
   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193