Page 190 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 190
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jateng, Aulia Hakim, menyebutkan
berdasarkan survei KHL yang telah dilakukan para buruh, idealnya UMR dan UMK tahun 2022 di
Jateng mengalami kenaikan sekitar 10% dibanding tahun lalu.
Pada tahun lalu, UMP di Jateng ditetapkan naik sekitar 3,7% menjadi Rp 1.798.979,12. Praktis,
jika tahun ini mengalami kenaikan 10%, UMP Jateng yang diinginkan buruh adalah
Rp1.978.877,032.
"Itu harapan kami [UMP naik 10%]. Kenaikan 10% sesuai dengan survei KHL yang telah kita
lakukan, sesuai dengan kebutuhan para buruh, terutama selama masa pandemi ini. Pada masa
pandemi ini kan kebutuhan buruh juga mengalami kenaikan, harus beli masker, handsanitizer,
dan juga vitamin. Makanya, kami berharap pemerintah memenuhi tuntutan kami," kata Aulia
seperti dikutip Solopos.com, Kamis (28/10/2021).
Kendati demikian, Aulia mengaku keinginan kaum pekerja atau buruh itu akan mengalami sedikit
hambatan. Hal ini menyusul aturan baku dari pemerintah yang memutuskan mekanisme
penetapan UMR seusai UU No.11/2020 tentang Cipta Kerja dan PP No.36/2021 tentang
Pengupahan.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Sakina
Rosellasari, mengatakan pembahasan UMR 2022 dilakukan dalam waktu dekat. Sebab,
keputusan ini akan diumumkan pada 21 November 2021.
Untuk diketahui, penentuan UMR Jateng 2022 nantinya akan dijadikan acuan sebelum
pembahasan upah minimum turunnya, yakni UMK di 35 kabupaten/kota.
Berdasarkan Pasal 29 PP No.36/2021, penentuan UMP mesti ditetapkan paling lambat 21
November 2021. Sedangkan penetapan UMK ditetapkan selambat-lambatnya 30 November
2021.
Penulis: Supriyadi Editor: Supriyadi Sumber: Solopos.com.
189

