Page 194 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 194

Anggota Dewan Pengupahan dari Unsur Pekerja, Joko Waluyo mengatakan, tuntutan kenaikan
              ini  dengan  mempertimbangkan  beberapa  hal,  di  antaranya  seperti  tingkat  inflasi  dan
              pertumbuhan ekonomi yang sudah masuk fase positif.

              Menurutnya, target kenaikan versi pekerja pada angka realistis dan di kisaran 10 persen naik.
              Atau naik Rp 200 ribu. Hingga nantinya UMK Cilacap menjadi sekitar Rp 2,4 juta. Akan tetapi
              dengana danya PP 36 Tahun 2021, bisa terjadi degradasi UMK. Dimana KHL diganri rata-rata
              konsumsi rumah tangga.

              "Di KHL ada 64 item yang dihitung, sedangkan pada konsumsi rumah tangga hanya 20 item
              yang dihitung. Secara otomatis akan terjadi penurunan nominal yang sangat drastic dalam UMK,"
              ujarnya.

              Selain  itu  juga  perhitungan  jumlah  rata-rata  anggota  keluarga  bekerja,  serta  pemilihan
              pertumbuhan ekonomi atau inflasi.

              "Kita realistis ada di angka 10 persen, jadi dengan aturan baru ada metode yang berubah, tok
              nanti akhirnya pemkab mengusulkan 3 persen atau berapa kami menghormati itu, tapi kami
              ingin kenaikan 10 persen," katanya.

              Sementara itu, Sekda Cilacap, Farid Ma'ruf mengatakan, kenaikan UMK akan dibahas bersama
              instansi terkait. Termasuk melibatkan Dewan Pengupahan, Badan Pusat Statistik (BPS), Apindo,
              Dinas Tenaga Kerja dan perwakilan pekerja.

              Nantinya, forum tersebut akan menghitung secara detail seluruh aspek yang menentukan nilai
              UMK secara spesifik. Perhitungan juga disesuaikan dengan aturan dari pemerintah.

              "Kita  inginnya  juga  naik,  tapi  semua  ada  hitung-hitungannya,  dan  semua  dibahas  di  dewan
              pengupahan, hasilnya nanti diusulkan kepada Gubernur Jawa Tengah," katanya.
              Sebagai  informasi  dalam  PP  Nomor  36  2021  tentang  Pengupahan  disebutkan  bahwa  upah
              minimum ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Kondisi ekonomi dan
              ketenagakerjaan yang dimaksud meliputi variabel paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga
              kerja dan median upah.

              Data  pertumbuhan  ekonomi,  inflasi,  paritas  daya  beli,  tingkat  penyerapan  tenaga  kerja  dan
              median upah bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik (BPS).(RT).





























                                                           193
   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199