Page 224 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 224
Judul Buruh dan Pekerja Minta Naik Gaji di 2022, Pengusaha: Berat
Nama Media jabar.suara.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://jabar.suara.com/read/2021/10/28/125119/buruh-dan-pekerja-
minta-naik-gaji-di-2022-pengusaha-berat
Jurnalis Ari Syahril Ramadhan
Tanggal 2021-10-28 12:51:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Nanda Iskandar (Wakil Ketua Apindo Kabupaten Bogor) Hal yang dikhawatirkan pelaku
industri saat ini adalah penyesuaian upah minimum kabupaten
positive - Nanda Iskandar (Wakil Ketua Apindo Kabupaten Bogor) Selanjutnya juga harus
melaksanakan PP 36 tahun 2021 secara konsisten dan tidak berpihak. Karena menyelamatkan
industri juga menyelamatkan pekerja dan keluarganya
positive - Ade Yasin (Bupati Bogor) Kami menyampaikan, pengusaha besar yang produktifitasnya
tidak terganggu justru untuk jadi bapak asuh. Ini waktunya kita bersinergi saling membantu.
Harapan kami untuk para anggota Apindo membantu kita yang ibaratnya sedang sakit
Ringkasan
Beberapa serikat pekerja dan serikat buruh di Jawa Barat mendesak pemerintah untuk menaikan
upah minimun 2022, baik upah minimum kota/kabupaten ( UMK ) atau upah minimum provinsi
( UMP ) minimal sebesar 10 persen. Menanggapi hal ini, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengaku keberatan menaikan upah minimum kabupaten (UMK)
saat perekonomian belum seutuhnya pulih imbas pandemi COVID-19.
BURUH DAN PEKERJA MINTA NAIK GAJI DI 2022, PENGUSAHA: BERAT
SuaraJabar.id - Beberapa serikat pekerja dan serikat buruh di Jawa Barat mendesak pemerintah
untuk menaikan upah minimun 2022, baik upah minimum kota/kabupaten ( UMK ) atau upah
minimum provinsi ( UMP ) minimal sebesar 10 persen.
Menanggapi hal ini, Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo ) Kabupaten Bogor, Jawa Barat
mengaku keberatan menaikan upah minimum kabupaten (UMK) saat perekonomian belum
seutuhnya pulih imbas pandemi COVID-19.
223

