Page 244 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 244
MASSA AKSI 'GEBRAK' MULAI GELAR AKSI DI KAWASAN ISTANA NEGARA, ARUS
LALU LINTAS RAMAI LANCAR
Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) mulai berkumpul di
kawasan IRTI Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan untuk menggelar aksi evaluasi 2 tahun
kinerja Jokowi-Ma'ruf. Berdasar pantauan Tribunnews.com di lokasi, massa buruh ini mulai
berdatangan secara bertahap sekira pukul 10.00 WIB.
Mereka nampak langsung berkumpul dengan satu mobil komando di depannya. Terlihat massa
dari buruh yang mulai datang ini di antaranya tergabung dalam elemen Federasi Buruh
Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI),
Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI).
Selain itu, massa aksi yang jumlahnya ratusan orang ini terlihat menggunakan atribut dan
mengenakan seragam dari serikat masing-masing dengan didominasi kemeja berwarna merah.
Tak hanya itu atribut lainnya juga turut dibawa seperti bendera, hingga poster yang berisi
tuntutan.
Disisi lainnya, sejumlah aparat kepolisian sudah bersiaga di lokasi untuk melakukan pengawalan
massa serta mengatur arus lalu lintas. Terpantau di lokasi, ada massa aksi yang menyita
perhatian dengan menggunakan kostum robot Satria Baja Hitam dan Iron Man.
Untuk saat ini kondisi arus lalu lintas di lokasi masih terpantau, ramai lancar, sebab para massa
aksi berkumpul hanya menggunakan setengah ruas Jalan Medan Merdeka Selatan. Sebelumnya,
Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos mengatakan, dalam
aksi yang digelar hari ini akan berfokus pada evaluasi 2 tahun kinerja pemerintahan Joko Widodo
- Maruf Amin yang juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
"Dua tahun kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin di periode kedua ini tentu dirasakan kita sama-
sama, tidak hanya kaum buruh di berbagai sektor, terjadi kemunduran kemerosotan yang luar
biasa, ini yang kita hadapi," kata Nining dalam keterangannya, dikutip Kamis (28/10/2021).
Aksi ini sendiri, kata Nining akan digelar mulai pukul 11.00 WIB dengan titik kumpul di depan
Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Dari situ para masa aksi melakukan longmarch hingga ke depan Istana Kepresidenan di sisi
utara. Selain KASBI, kata Nining, elemen buruh lain yang turut bergabung dalam aksi ini adalah
Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral
Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan
Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI).
Nining menjelaskan, dalam aksi hari ini pihaknya akan membawa setidaknya 13 tuntutan rakyat
antara lain, cabut Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja dan seluruh aturan turunannya.
Dalam aksi ini juga, mereka mendesak Pemerintah untuk menghentikan penangkapan aktivis
yang membela rakyat. Dia menyebut demokrasi pada rezim hari ini sangat buruk.
"Ini dosa besar, saya hidup di masa rezim otoriter, dan merasakan ketika pasca reformasi saya
melihatnya ini rezim yang terburuk bagaimana melahirkan regulasi tidak lagi melihat kepentingan
rakyat," tutur Nining.
Tuntutan keempat, sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga; kelima, usut tuntas kasus
korupsi BPJS Ketenagakerjaan dan Korupsi Bansos Covid-19.
243

