Page 322 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 322

MAHASISWA DAN BURUH DEMO ISTANA HARI INI, PENGALIHAN LALIN
              SITUASIONAL
              Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak)
              akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, hari ini. Kebijakan lalu lintas
              pun telah disiapkan terkait demo tersebut.

              Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan kebijakan lalu lintas
              masih bersifat situasional. Sejauh ini belum ada rencana untuk melakukan penutupan jalan.

              "Pengalihan  arus  lalin  masih  sebatas  situasional  melihat  perkembangan  di  lapangan,"  kata
              Sambodo saat dihubungi, Kamis (28/10/2021).

              Namun, dia mengatakan jika nantinya massa pendemo datang dalam jumlah masif, Sambodo
              menyebut jalan di kawasan Patung Kuda akan ditutup sementara.
              "Kemungkinan akan ada penutupan nanti di Patung Kuda Kemudian putaran Harmoni kemudian
              di Kedubes AS tapi lihat situasi," tutur Sambodo.

              Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak)
              berencana menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta. Aksi unjuk rasa itu akan digelar
              tepat di Hari Sumpah Pemuda atau 28 Oktober.

              "Dalam  rangka  memperingati  Hari  Sumpah  Pemuda  tahun  2021  di  tengah  catatan  2  Tahun
              kepemimpinan rezim Jokowi-MA, Pemerintah gagal mensejahterakan rakyat," kata Ketua Sentral
              Gerakan Buruh Nasional (SGBN) M Yahya kepada wartawan, Selasa (26/10).

              Yahya mengungkapkan aksi unjuk rasa itu rencananya akan digelar pada pukul 11.00-17.00 WIB.
              Titik kumpul demonstran berada di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat.

              Massa aksi kurang-lebih 500 orang," ujarnya.

              Sementara  itu,  Ketua  Umum  Kongres  Aliansi  Serikat  Buruh  Indonesia  (Kasbi)  Nining  Elitos
              mengatakan  ada  sejumlah  tuntutan  yang  diusung  dalam  unjuk  rasa  itu.  Pertama,  tuntutan
              mencabut UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Cipta Kerja dan berbagai aturan turunannya.

              Gebrak juga mendesak penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK), setop kriminalisasi dan
              penangkapan  aktivis,  serta  menjamin  persamaan  hak  dan  perlindungan  bagi  pekerja  rumah
              tangga dan buruh migran.

              Mereka juga menuntut jaminan perlindungan bagi buruh di berbagai sektor, pengusutan korupsi
              di BPJS Ketenagakerjaan, pengembalian 58 orang pegawai KPK, penghentian pembungkaman
              dan represifitas terhadap gerakan rakyat.

              Selain itu, Gebrak menuntut penghentian kekerasan terhadap perempuan.
              "Tuntutan  Gebrak  itu  cabut  omnibus  law  UU  Cipta  Kerja  beserta  turunannya,  hentikan
              pembungkaman dan represifitas terhadap gerakan rakyat, usut kasus korupsi BPJS, usut kasus
              korupsi  bantuan  sosial,  setop  PHK  sepihak,  hentikan  kekerasan  terhadap  perempuan.  Rezim
              Jokowi-Amin gagal sejahterakan rakyat," tutur Nining.
              Beberapa elemen masyarakat yang berencana ikut aksi di Istana pada 28 Oktober antara lain
              Kasbi, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA),
              Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja
              Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), LBH Jakarta, YLBHI, SP-Perbankan,
              KPR, SEMPRO, LMND-DN, hingga GMNI-Presidium.

                                                           321
   317   318   319   320   321   322   323   324   325   326   327