Page 152 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 152
Title LEBIH BANYAK MANFAAT, OMNIBUS LAW JUGA MEMANUSIAKAN MANUSIA
Media Name rmol.id
Pub. Date 13 Februari 2020
https://politik.rmol.id/read/2020/02/13/421407/lebih-banyak-manfaat-om nibus-law-
Page/URL
juga-memanusiakan-manusia
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Omnibus law dinilai sebagai metode yang lumrah diterapkan di berbagai belahan
dunia. Melalui omnibus law ini, satu undang-undang dapat mengubah atau merevisi
banyak poin dari banyak undang-undang sekaligus.
Serahkan Draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Menko Perekonomian: Singkatannya
Ciptaker Kepala Biro Hukum, Persidangan dan Humas Kemenko Perekonomian, I
Ktut Hadi Priatna menjelaskan, omnibus law memiliki fungsi merevisi untuk
mempermudah, bukan mencabut undang-undang yang berlaku.
"Omnibus law ini tidak hanya terkait pekerja atau ketenagakerjaan, namun juga
terkait penyederhanaan izin mendirikan usaha. Misalnya saja, salah satu poin RUU
ini yakni tentang bolehnya mendirikan PT Perseorangan, tidak harus Perseroan,"
ujar I Ktut dalam Indonesia Podcast Show 03 bertema 'Omnibus Law di Mata
Generasi Milenial' di Beranda Kitchen, Jakarta Selatan, Kamis (13/2).
Ia menambahkan, pemerintah melalui RUU Cipta Kerja ingin mengangkat
kesejahteraan para pekerja dan memastikan pemenuhan hak-haknya.
"Ini merupakan RUU yang berkeadilan baik bagi pekerja maupun pengusaha,"
sambungnya.
Di tempat yang sama, Kepala Subdirektorat Standarisasi dan Fasilitas Pengupahan,
Kemenakertrans, Amelia Diatri Tuangga Dewi menjelaskan bahwa omnibus law
semacam kompilasi beragam UU yang sebelumnya tumpang tindih.
"Melalui RUU Cipta Kerja, kita dapat memanusiakan manusia. RUU Cipta Kerja ini
diperuntukkan untuk menghadapi situasi dan kondisi kontemporer yang sudah tidak
relevan lagi apabila dihadapkan dengan UU Ketenagakerjaan yang sudah berumur
dua dekade," tegasnya.
Mengenai tudingan pembahasan RUU yang terkesan ditutup-tutupi, pihaknya
meluruskan bahwa memang belum waktunya untuk dibuka ke publik karena masih
pada tahap identifikasi masalah.
"Ketika draftnya sudah rampung dan diberikan kepada DPR untuk dibahas, barulah
Page 151 of 177.

