Page 95 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 95

Title          MENPERIN AGUS SOAL NASIB PESANGON KORBAN PHK: BACA, DRAF OMNIBUS LAW SUDAH
                              DISEBAR
               Media Name     merdeka.com
               Pub. Date      13 Februari 2020
               Page/URL       https://www.merdeka.com/uang/menperin-agus-soal-nasib-pesangon-korban- phk-baca-
                              draf-omnibus-law-sudah-disebar.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Merdeka.com - Pemerintah kini tengah merumuskan formula baru pemberian
               pesangon dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.
               Kabarnya, pesangon bagi buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK)
               akan berkurang dari 32 kali menjadi 19 kali, meski pekerja yang bersangkutan bakal
               mendapat kompensasi.

               Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita , mengatakan
               pemerintah telah menyiapkan naskah Omnibus Law Cipta Kerja, dan mengaku
               sudah mempublikasikannya di berbagai media.

               "Draf-nya ada dong, sudah dipublikasikan. Itu di beberapa surat kabar sudah ada,"
               ujar dia pasca rapat bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta , Kamis (13/2).

               Saat ditanya apakah pesangon bagi yang menerima PHK akan dihapus atau
               dipotongkan, Menteri Agus mempersilakan publik membaca draf Omnibus Law Cipta
               Kerja yang telah disebarluaskan.

               1 dari 1 halaman Pekerja Korban PHK Bakal Dapat Uang Pemanis Sebelumnya,
               Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah membocorkan
               beberapa isi draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Dalam Omnibus Law tersebut salah
               satunya akan ada uang pemanis (sweetener) yang diberikan pemerintah setara lima
               kali gaji bagi seluruh pekerja resmi.

               "Dengan ditandatanganinya perjanjian Undang-Undang, nanti tenaga kerja dapat
               sweetener. Sweetener itu berlaku untuk semua pekerja yang resmi, dan itu
               perusahaan bukan perusahaan kecil. Perusahaan besar," ungkapnya.

               Menko Airlangga mengatakan, adanya skema sweetener ini tidak menghapus
               pemberian pesangon bagi para pekerja. Pesangon sendiri masih akan tetap ada
               berdasarkan Undang-Undang yang berlaku.

               "Kalau pesangon tetap ada dengan regulasi yang berlaku. Jadi ini beda on top," ujar
               dia.

               Mantan Menteri Perindustrian ini menambahkan, pada dasarnya Omnibus Law Cipta



                                                       Page 94 of 177.
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100