Page 118 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 118
Dikarenakan tidak memiliki uang, korban melaporkan kejadian tersebut kepada
suaminya yang akhirnya melapor kepada pihak kepolisian.
Menurut Kombes Pol Arie Dharmanto, berdasarkan atas laporan tersebut, tim yang
dipimpin Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil membekuk pelaku.
"Setelah memperoleh informasi tersebut, pada pukul 14.30 WIB, personel subdit IV
Ditreskrimum polda kepri yang dipimpin oleh Kasubdit IV, melakukan penyelidikan
hingga berhasil menyelamatkan 9 (sembilan) orang perempuan korban tindak
pidana perdagangan orang yang berada di penampungan beralamat di ruko Pesona
Niaga Blok C Nomor 9, Kota Batam," katanya.
Selanjutnya, sambung Arie, terhadap korban dan saksi berikut barang bukti
diamankan dan dibawa ke kantor Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri untuk
dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kemudian dilakukan pengembangan, bekerja sama dan berkoordinasi dengan
imigrasi batam yang berhasil mengamankan dan menangkap tersangka saat akan
pergi ke negara Singapura pada pukul 18.30 WIB.
"Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolda untuk proses penyidikan lebih
lanjut," jelasnya.
Untuk modus operansinya, lanjut Kombes Arie, pelaku digolongkan dalam pidana
melakukan upaya eksploitasi ekonomi dalam hal pengurusan korban untuk tujuan
memperoleh keuntungan hingga mendapatkan bayaran yang diperoleh dari hasil
mengurus proses keberangkatan para korban yang dipekerjakan.
"Tersangka inisial RT berperan sebagai pengurus atau penghubung agen di
Malaysia," kata dia.
Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buku catatan warna
kuning, satu lembar kertas print out tiket pesawat Lion Air, dan enam lembar
boarding pass pesawat Lion Air.
Untuk mempertanggung jawab perbuatan pelaku dikenakan pasal 2 Undang
Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Perdagangan Orang Dan Atau Pasal 81 Undang Undang Republik Indonesia
Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Dengan Ancaman paling lama lima belas tahun dan denda paling banyak Rp.
600.000.000 enam ratus juta rupiah
Page 117 of 192.

