Page 12 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 12
Title BURUH PEREMPUAN BERHAK MENGAKTUALISASIKAN DIRI DALAM BEKERJA
Media Name rmol.id
Pub. Date 08 Maret 2020
https://rmol.id/read/2020/03/08/424426/buruh-perempuan-berhak-mengaktu alisasikan-
Page/URL
diri-dalam-bekerja
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
PENGHISAPAN kapitalisme terhadap buruh perempuan adalah realita panjang
bentuk kekerasan. Sistem Patriarki yang dilanggengkan, menempatkan perempuan
dalam ranah domestik seolah menjadi takdirnya. Omnibus Law Cipta Kerja adalah
contoh konkret bagaimana Kapitalis berkolaborasi dengan penguasa untuk
memangkas hak buruh perempuan. Cuti haid, keguguran dan cuti melahirkan, akan
semakin sulit didapat oleh buruh perempuan.
Juga upaya pemiskinan sistematis terhadap buruh perempuan dengan diciptakannya
standar upah padat karya di bawah upah minimum yang banyak menyerap buruh
perempuan. Hal ini terjadi justru di tengah makin meluasnya kekerasan seksual
yang terjadi pada perempuan di dunia kerja dan terus diabaikan oleh pemerintah
dengan menunda pengesahan RUU PKS.
Sebaliknya, pemerintah justru merancang RUU Ketahanan Keluarga yang
mengembalikan perempuan ke ranah domestik dengan memberikan beban
perawatan rumah tangga hanya kepada Perempuan. Itu artinya tidak memberi
pilihan kepada perempuan untuk keluar rumah dan mengembangkan diri.
Sementara ketergantungan ekonomi membuat perempuan tidak independen untuk
mengaktualisasikan diri. Kerja di luar rumah dengan standar upah layak tanpa
diskriminasi adalah bagian dari upaya mengaktualisasikan diri, yang semestinya
didukung oleh negara.
Dukungan negara mestinya melepaskan beban ganda yang selama ini diletakkan
pada pundak buruh perempuan saja, dengan turut bertanggung jawab atas kerja
reproduksi (rumah tangga) yang hingga kini memberikan banyak kontribusi atas
kelangsungan bangsa dan memberi banyak keuntungan bagi pemilik modal.
Kepedulian negara tersebut salah satunya adalah dengan menyediakan Daycare
atau tempat pengasuhan anak buruh yang berkualitas. Sebagai bagian dari
perjuangan menegakkan hak-hak buruh perempuan, maka kami menuntut kepada
pemerintah untuk:
1. Menghentikan pembahasan RUU Cipta Kerja dan Ketahanan Keluarga.
2. Sahkan RUU PKS.
3. Fasilitas Daycare murah berkualitas untuk anak buruh.
Selamat hari perempuan sedunia. Mari lanjutkan perjuangan pembebasan
perempuan. Jumisih Ketua Umum FBLP, Wakil Ketua Umum KPBI
Page 11 of 192.

